Mohon maaf untuk sementara blog di dalam perbaikan.
Nama Ketua SH Terate Dicatut di Facebook
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 07.12 | 0 komentar »lawupos.net: Nama Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE dicatut di jejaring sosial facebook. Ini sangat disayangkan dan meresahkan.Diminta kepada oknum yang merasa mencatut nama Mas Madji, demikian ketua umum SH Terate akrab dipanggil, sesegera mungkin menghapusnya. Kepada penguna facebook ditekankan, bahwa, acun itu jelas palsu dan diduga dibuat untuk upaya adu domba.
Hasil penelusuran lawupos.net, nama ketua umum SH Terate H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, yang muncul di facebook dcengan nama Tarmadji Boedi Harsono, dipastikan palsu. Sebab biodata yang disertakan disitu, jauh dari kebenaran.
Perhatikan biodata yang ditulis di acun itu. Jenis Kelamin: Laki-laki
Tanggal Lahir:22 Oktober 1922
Kota Asal:Madiun, Indonesia
Status Hubungan:Duda
Tertarik Pada:Laki-laki
Mencari:Pacar
Sebut misalnya, tanggal lahir Tarmadji Boedi Harsono. Di acun itu ditulis
22 Oktober 1922. Ini salah besar.
Kemudian pada kolom status, di situ tertulis Status Hubungan Duda. Ini pun salah. Sebab Mas Madji sampai saat ini masih beristrikan Ny. Ruwiyatun dan dikaruniai dua orang putra dan satu orang putri.
Kemudian, pada kolom lain tertulis tertarik pada laki-laki dan mencari pacar. Ini jelas melecehkan Ketua Umum SH Terate. Terlebih jika melihat simbol bunga terate pengisi kolom profile. Disitu tertulis kalimat makian.
Pun soal pesan singkat yang dihadirkan di acun itu. “aku mantan ketua sh terate wes males ngopeni arek terate gak bisa diatur, nek salah ngaku bener maen kroyokan seng kenek seng tuo-tuo ngene iki…”
Padahal hingga detik ini H.Tarmadji Boedi Harsono,SE masih menjabat sebagai ketua umum SH Terate Pusat Madiun.
Pemimpin Redaksi www.lawupos.net Andi Casiyem Sudin, saat mencermati acun di jejaring sosial fecebook, cukup kaget dan mengelus dada. “Subhanallah. Ini pelecehan. Setahu saya Mas Madji tidak pernah bersentuhan dengan internet. Jelas data itu palsu dan sengaja dibuat dengan tujuan mengadu domba,” katanya.(elpos)
Untuk kesekian kalinya, ketika Muharram tiba. Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bangka mewisuda siswa/I nya yang telah menempuh latihan selama beberapa tahun.
Di tahun ini, Pencak silat yang berpusat di Madiun ini berhasil mewisuda 35 orang siswa.
Ke-35 orang siswa tersebut menurut ketua cabang Bangka, Husman., A.Md berasal dari beberapa ranting yang ada di cabang Bangka.
“Pengesahan kali ini diikuti oleh 35 orang siswa, mereka berasal dari ranting-ranting yang ada di Cabang Bangka seperti Mentok yang berhasil mengantarkan siswanya sebanyak 8 orang, Permis, Toboali dan cabang Bangka sendiri”
Husman menanbahkan mudah-mudahan ke-35 orang warga baru ini akan mampu mengembangkan SH Terate dimanapun berada., Tungkasnya.
Bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan. Demikianpun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, hendak menuju ke-keabadian kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat, namun tidak semua insan menyadari bahwa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelenap dilubuk hari sanubarinya.
Mencermati mukadimah atau preambole SH Terate, sesungguhnya kita dibawa pada satu permenungan hakikat hidup manusia seutuhnya. Manusia yang tidak hanya, terjebak pada konteks material. Tapi juga immaterial, Dalam bahasa yang lebih sederhana, sosok manusia secara lahiriyah, dan batiniah.
Sejenak mari kita hayati, dalam mukadimah SH Terate alenia pertama, setelah kita diajak merenungu makna keberadaan diri bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan, kita dihadapkan pada misteri azali, berupa tujuan akhir laku dalam kehidupan ini. Yakni, hendak menuju ke keabadian kembali kepada Causa Prima”. Dzat yang berwenang atas hukum timbal balik. Yang Awal dan Yang Akhir.
Pendekatan reliagius, Dzat ini lebih dikenal dengan sebutan Allah, Tuhan, Sang Hyang Wenang, atau juga Kang Murbeng Dumadi.
Melihat konteksnya, jelas apa yang ingin dicapai ilmu Seti Hati, adalah kesadaran luhur, melalui sebuah menyikapan prilaku hidup atau lebih dikenal sebagai budi. Makanya dalam penjabaran keilmuan, kata luhur dan budi ini dijadikan sebuah tujuan SH Terate. Yaitu, membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.
Alenia pertama, preambole atau pembaukaan AD ART Setia Hati Terate, sesungguhnya menggiring kesadaran kita pada pemahaman tentang hakikat hidup. Semuanya itu secara alami berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju pada kesempurnaan. Manusia lebih komplit dan lebih unik lagi. Karena di dalamnya ada jiwa ada rasa.
Kita diajak mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Kalau sudah mengenal diri sendiri, akan mengenal Tuhan. Melalui perenungan. Apa yang ditangkap dengan mata, telinga, hati, dierenungkan, difikirkan, untuk mendapatkan pemahaman dan kesadaran di dalamnya.
Manusia, dengan melihat kepada diri sendiri baik phisik atau segala yang berada pada dirinya. Misalnya,, kita bisa bergerak, melilhat, mendengar, berfikir, menganalisa dan merasakan, terus timbul suatu keyakinan. Ini aneh bin unik. Satu sosok makhluk yang bisa berbuat seperti.
SUMBER : www.lawupos.net
Cabang Bangka Siap Laksanakan Pengesahan
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 23.18 | 0 komentar »“Cabang Bangka siap dik Irul untuk pengesahan warga-warga baru di tahun ini” Ujarnya dengan penuh semangat. Selain itu ketika disinggung waktu dan siapa yang mengesahkan nantinya, mas Eko(sapaan akbrab beliau) langsung menjawab, Insyaallah awal Januari dan kemungkinan yang akan mengesahkan adalah Mas Bambang dan Mas Dibyo Tingkat II dari Cabang Palembang dik, ujarnya menambahkan.
Sementara itu di tempat terpisah, ketua SH Terate Cabang Bangka, Husman., A.Md mengatakan jumlah calon warga yang akan disahkan di tahun ini adalah sekitar 50 orang. “ Insyaallah di tahun ini, Cabang Bangka tetap terus memperbanyak saudara. Baik itu dari segi kualitas maupun kuantitasnya,. Di tahun ini Bangka akan mengesahkan 50an orang. Mereka adalah siswa yang terdiri dari beberapa tempat latihan seperti rayon SMA 1 Pemali, rayon MAN Sungaliat, Ranting Mentok, Permis, Pangkal Pinang dll” Ujarnya.
Untuk itu ia menambahkan, memohon dukungan dan doa dari para kadhang semua agar SH Terate Cabang Bangka tetap eksis dan dapat terus menciptakan manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah.
Berkenalan Dengan Atlit Bangka II
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.23 | 1 komentar »RESTY Delliani, begitu nama pemberian dari kedua orang tuanya. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Subarkah dan Suryana Elfiza ini mulai tertarik dunia pencak silat ketika dirinya mulai duduk di bangku SMA, 6 tahun silam. Ketika itu, dibawah asuhan penulis sendiri selangkah demi selangkah gadis manis ini mempelajari pencak silat khususnya SH Terate.
Adanya darah pencak silat yang mengalir dari bapaknya sendiri ternyata tidaklah menyulitkan penulis untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai pelajaran bela diri asli
Proses pembelajaran dirinya ternyata tidaklah berhenti ketika disahkan menjadi seorang warga. Bahkan menurut penilaian penulis pribadi, ketika itulah tonggak awal bagi dirinya untuk menekuni SHT mulai terlihat.
Setiap pukulan, tendangan dan tekniknya lambat laun mulai terlihat ada peningkatan. Sehingga tak ayal ketika ada kejuaraan antar pelajar di tahun 2004, ia di tunjuk oleh warga senior untuk dapat merasakan empuknya matras pertandingan.
Kepercayaan dari warga-warga untuk menurunkannya di kejuaraan ternyata tidaklah ia sia-siakan. Terbukti, walau kali pertama ia berlaga di kejuaraan pada Pekan Olahraga Pelajar (POPDA)
Apa yang sudah dicapai deli, sapaan akrabnya, ketika di tanah kelahirannya tersebut ternyata tidaklah membawa kepuasan bagi dirinya sendiri. Sampai saat ini, meski sudah terdaftar sebagai salah satu mahasiswi di salah satu Universitas ternama di
“Latihan itu tidak mesti dilakukan di tempat latihan kak, latihan mah bisa dimana aja. Di kostan, tuk sekedar stretching atau lari-lari pun bisa kita lakukan, asal ada kemauan dan disiplin dari diri sendiri aja”, ungkap gadis calon guru Matematika ini dengan manja ketika penulis menghubunginya by phone.
Mungkin ketekunan dan disiplin dari diri ini lah walau keberadaanya jauh dari orang tua ia tetap mengumpulkan mendali-mendali di setiap kejuaraan. Di kejuaraan Pekan Olahraga Kota Bandung misalnya ia meraih medali perunggu, kemudian di piala Walikota Cup Bandung 2009, ia pun meraih medali perunggu dan terakhir akunya medali yang ia dapatkan adalah pada piala Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi yang berlangsung belum lama ini. Bahkan kini, pendekar berjilbab kelahiran 25 Februari 1989 ini menjadi perwakilan atlit putri kelas A kota Cimahi dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) pada Desember 2010 mendatang.
Rakernas SH Terate Penuh Dengan Keakraban
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.30 | 0 komentar »SH Terate punya gawe besar. Ujudnya, rapat kerja nasional (Rakernas). Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE mengatakan, jadwal Rakernas tanggal 16 – 17 Oktober 2009. Lokasinya di Padepokan SH Terate Jl. Merak Nambangan Kidul Kota Madiun. Thema central yang diusung “ Kembali ke Jaridiri.
“Gayeng dan penuh keakraban. Kesan itu menyeruak, selama berlangsung Rekernas SH Terate 2009. Sebany 147 ketua cabang seantero Indonesia hadir. Lagi, meski yang diundang jadi peserta hanya ketua cabang, terbukti, pengurus inti cabang ikut hadir mendukung suksesnya perhelatan akbar ini.
Persiapan hajat tingkat nasional SH Terate ini pun sudah sudah dipersiapkan sejak September awal. Bahkan, sejak Ramadhan kemarin, panitia penyelenggara beberapa kali menggelar rapat di Padepokan. Ketua Panitia Rakernas didelegasikan kepada Drs.. Moerdjoko,HW.
Mas Madji, demikian panggilan akrab ketua SH Terate Pusat Madiun, mengatakan, thema sentral yang bakal diusung dalam Rakernas SH Terate tahun ini adalah “Kembali ke Jatidiri.”
Tema ini dikedepankan dengan target mempertajam pemahaman rasa handarbeni terhadap organisasi tercinta. Sebab, Mas Madji menengarai, sedikit banyak sudah terjadi pergeseran nilai ajaran dari pokok ajaran murni SH Terate. Kenapa ini terjadi, akses global dan dimensi keduniawian menjadi penyebab utama.
Ambil contoh konkret, bias politik yang mewarnai langkah sejumlah warga SH Terate yang kebetulan ikut berasaing dalam pemilihan kepala daerah (Bilbup atau Pilwalkot). Juga sejumlah kadang SH Terate yang ikut bersaing menggalah kursi legislative. “Tanpa sadar, mereka membawa bendera SH Terate ke kancah politik. Saya tidak mengatakan, orang SH Terate itu tidak boleh berpolitik. Silakan warga SH Terate terjun ke dunia politik sesuai dengan hati nuraninya. Sesuai dengan pilihannya. Tapi, tolong jangan membawa organisasi ke kancah politik. Oknum warganya boleh berpolitik, tapi SH Terate harus tetap netral. Tidak ngeblok sana tidak ngeblok sini,” katanya.
Pengamatan Terate, percaturan politik dan bursa caleg di wilayah Madiun dan sekitarnya, sebagai missal. Tingginya basis massa SH Terate di wilayah Madiun, tak bisa dipungkiri merupakan tambang emas bagi partai politik perseta pemilu. Alasannya cukup sederhana, massa SH Terate merupakan basis massa militant dan relative fanatic. Makanya, jika diibaratkan tambang, basis massa SH Terate serupa barang jadi, yang tidak lagi perlu bersusah payah untuk memformat ulang. Gampangnya omong, tinggal membuat kemasan yang cantik dan proporsional, jadilah.
Barisan semut ireng atau wong njero (orang dalam) adalah julukan paling popular, menyebut massa SH Terate di kancah politik. Tak jelas, siapa pertama kali meluncurkan istilah ini. Tapi masyarakat Madiun, dengan ringan menyebut kata ini. Bahkan sempat muncul pameo, caleg yang dirubung semut ireng, hampir dipastikan jadi.
Benar, parpol pun paham banget soal ini. Wajar, jika parpol berlomba menggandeng tokoh SH Terate menjadi kandidat. Fakta berbicara, hampir 60 persen caleg yang ikut berlaga memperebutkan kursi wakil rakyat di daerah ini berasal dari SH Terate. Dampaknya, disadari atau tidak, mereka bersaing antar saudara. Dan, jika sudah masuk pada ranah ini, tentu, strategi utama yang dikedepankan adalah, pokok bisa rekrut massa sebanyak-banyak, peroleh suara tinggi dan jadi.
Tak perlu pakar, masyarakat awam pun paham banget, dampak negative yang muncul akibat persaingan antarsaudara ini.”Yang tidak mereka sadari, secara kasat mata sesungguhnya para caleg yang berasal dari SH Terate itu berlaga dengan saudara sendiri. Dampaknya, sampyuh. Karena mereka sudah amping-amping pepacuh,” ungkap Drs. Arief Soerjono, ketua SH Terate DKP Madiun.
Benar, data acak yang berhasil dikumpulkan Terate menyebut, banyak saudara kita yang bersaing sebagai caleg dalam pemilu silam, gagal meraih kursi. Padalah, hitungan politis, mereka seharusnya jadi. Selain untuk takaran senioritas, terbilang cukup, citra eksistensinya pun bagus.
Ajaran Budi Luhur
Kembali ke jatidiri ajaran Setia Hati yang dijadikan tema Rakernas, lanjut Mas Madji, adalah kembali ke tujuan utama SH Terate. Yakni, mencetak manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.
Persaudaraan dalam konteks ajaran SH Terate adalah persaudaraan utuh yang tidak memandang siapa aku siapa kamu, persaudaraan yang terlepas dari hegomoni kedamaian (drajat, pangkat, martabat), berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, persaudaraan yang diletarbelakangi saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggungjawab.
Kontek kembali ke jati diri ajaran SH Terate ini, juga sesuai dengan amanat mukadimah SH Terate, yakni akan mengajak serta para warganya menyingkap tirai selubung di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Pembahasan lebih detil soal petuah Keua Umum SH Terate dalam konteks ini, silakan akses ke portal petuah ketua umum SH Terate di www.shteratecantrik.blogspot.com
Dari hasil rapat panitia, Rakernas yang akan digelar selama dua hari ini, hanya kan mengundang Ketua Cabang SH Terate seluruh Indonesia. Dan, tidak boleh diwakili. Acuannya, ketua cabang adalah kepanjangan tangan pusat. Mereka pula nanti yang berkewajiban mensosialisasikan hasil dari Rakernas SH Terate.
Mas Madji, meminta kepada seluruh cabang SH Terate di Indonesia mempersiapkan diri. Minimal, ikut memberi masukan, apa yang bisa disampaikan dalam Rakernas. Muaranya, demi peningkatan kualitas dan jati diri SH Terate.
Sebagaimana bidang garapan SH Terate, rakernas juga akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pengembangan organisasi dan idealisme. Pengurus pusat sudah menggodok bahan referensi yang dilempar dalam Rakernas. Karena sifatnya baru bahan, tentunya butuh penggodokan dan penyempurnaan. Tugas Ketua Cabang SH Terate nanti adalah menyempurnakan bahan yang sudah dipersiapkan pengurus pusat.
Ajang Kangen-Kangenan
Lalu bagaimana tanggapan cabang? Rata-rata mereka menyambut hangat. Banyak pula yang mengaku sudah menunggu momen seperti ini. Bahkan, ketua cabang lebih suka menyebutnya sebagai ajang silaturahmi.” Di Madiun kita bisa ketemu sedulur. Kangen-kangenan. Sudah lama saya merindukan kesempatan seperti ini,” ungkap Yahmin Nuryadi, tokoh SH Terate yang kini bermukim di P. Borneo.
Maklum, acara temu kadang dengan skala nasional, saban tahun memang bisa dihitung dengan jari. Wajar jika ketua cabang, menyambut Rakernas dengan antusias. Pengamatan Terate, jalannya Rakernas SH Terate 2009 yang digelar di Padepokan Sh Terate dan diikuti oleh sekitar 196 ketua cabang ini bakal gayeng.
Dari SH Terate Cabang Pemalang, Taufik Rochim, setali tiga uang. Dia menilai, thema sentral yang diusung pengurus pusat dalam Rakernas kali ini sudah tepat. Acuannya, SH Terate mau tidak mau kini harus mengahadpi era persaingan pasar bebas. Konsep antisipasi terhadap akses persaingan global itu, musti segera digarap dengan serius. “Kalau kita lengah, benar, SH Terate bisa terpecah jadi berkeping-keping. Pemilu kemarin, saya yang di daerah saja sudah pusing. Apalahi yang di pusat dengan jumlah massa cukup besar.Pokoknya kita harus tetap ces, sedulur,” katanya.
Akhirnya, semoga perhelatan ini membuahkan mufakat yang di kemudian hari bisa bermanfaat bagi perkembangan SH Terate. Selamat bermusyawarah. Di luar, jutaan saudara menunggu setia hasilnya.(terate)
Sumber : www.lawupos.net
Rakernas PSHT dimulai 16 Oktober
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.31 | 0 komentar »lawupos.net-MADIUN:Rapat Kerja Nasional Setia Hati Terate (Rakernas SH Terate) 2009, mulai besuk pagi, Jum’1t (16/10) di gelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun. Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, mengatakan, Rakernas kali ini bakal diikuti 200 ketua cabang SH Terate dari seluruh Indonesia.
“Rakernas SH Terate kali ini memang hanya mengundang ketua cabang. Dan tidak boleh, diwakili,” ujar Mas Madji, demikian ketua umum SH Terate akrab dipanggil.
Terdapat dua anggenda penting yang bakal dibahas dalam Rakernas yang dilaksanakan di Padepokan SH Terate Jl. Merak, Nambangan Kidul Kota Madiun. Pertama, evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, baik pusat maupun cabang. Kedua, meletakkan konsep dasar penekanan ajaran pada jati diri.”Tema central rakernas SH Terate 2009 ini ya kembali ke jati diri,” tambah Mas Madji.
Kembali ke jati diri dalam konteks ajaran SH Terate, jelas Mas Madji, adalah kembali ke ilmu Setia Hati. Yakni sosok ilmu yang mengajarkan kepada manusia untuk mengenal diri sendiri. Atau lebih dikenal dengan ilmu yakin. Atau ilmu takwa.:Kenapa saya menyebut ilmu takwa, karena seorang yang mengenal dirinya, dia pasti akan mengenal Tuhannya. Orang yang mengenal Tuhannya, dia akan berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks agama, orang yang demikian itu disebut takwa, ” tegasnya.
Mas Madji menginformasikan, Rakernas SH Terate 2009 akan dilaksanakan selama dua hari, 16 – 18 Oktober 2009. Ajang ini juga terformat dalam acara halal bi halal inter kadang SH Terate.
Pantauan penulis, persiapan perhelatan akbat kadang SH Terate seantero Indonesia ini, sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Bahkan sejak Ramadhan silam, ketua panitia Drs. Moerdjoko HW, sudah beberapa kali menggelar rapat panitia. Finalnya kemarin malam.
Suasana di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, sejak dua hari lalu, tampak sibuk. Panitia Rakernas yang kebagian kerja di perlengkapan, mulai mempersiapkan segala piranti rapat kerja. Dari menata meja kursi, mendisain ruangan, hingga menyetem sonsystem. “Harapan saya, semuanya nanti bisa berjalan lancar dan membuahkan kesepakatan yang bisa membawa berkah bagi SH Terate di masa-masa yang akan datang,” ujar Mas Mordjoko.(elpos)
FOTO SISWA RANTING MENTOK CABANG BANGKA
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.09 | 2 komentar »Assalamualaikum Wr Wb
Kunci keberhasilan hidup itu sebenarnya hanya satu. Kalau kita dikasihi Allah SWT, hidup kita akan bahagia. Hanya manusia itu kurang bersyukur. Kita kadang-kadang hanya nggersulo (mengeluh), merasa kecewa. Dan kikir dalam berterimakasih.
Di SH Terate tidak ada ajaran mengeluh. Tidak ada ajaran nggresulo. Kita dididik untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Orang Terate itu kalau bisa sing gedhe tirakate, harus banyak tirakat. Dalam hal apa saja. Gak kemrungsung. Tidak emosional, tidak gusar, tidak adigang adigung, adiguno.Jadi hari-hari orang-orang SH Terate itu dipenuhi tirakat. Rialat dan selalu bersyukur menerima suratan Allah. Bagaimana cara orang SH Terate tirakat?
Contohnya saya ini, Saya ini ya mas, ini mohon maaf. Saya orang berkeluarga. Saya punya istri, punya anak. Mestinya, sekarang ini saya mendamping istri dan anak-anak. Tapi mereka saya tinggal karena saya harus menemui kadang-kadang SH Terate. Saya tinggalkan istri saya sendiri, ini namanya tirakat, dalam sekala paling ringan.
Contoh lain, sehari ini saya sudah berniat hanya makan sekali. Biarpun saya dihadapkan makanan dari manapun saya tidak beli, saya tidak akan makan. Ada lagi contoh tirakat yang lain. Misalnya, selama satu minggu saya tidak akan makan kecuali jam 6 sore saya baru makan. Kemudian malamnya saya berniat tidur paling lama empat jam, besuknya lagi juga sudah tidak makan. Ini namanya jarang-jarangi, atau ngurang-ngurangi.
Niatnya bagaimana? Tidak perlu macam-macam. Niat tirakat untuk menjaring kasih Allah. Biar dikasihi Allah. Disayang Allah. Dengan begitu, kita akan merasa dekat dengan Allah. Sehingga hati ini merasa tentram gelombang apapun yang dihadapi dia akan mesem gak akan gentar.
Tapi sayangnya orang sekarang ini sukanya instant. Seperti Mie instant. Pengin makan mie, tinggal masukkan ke gelas tuangkan air jadi mie dan langsung makan. Tidak mau repot-repot. Tidak mau nanam dulu, tapi ingin langsung panen. Kalau mau nandur, mau nanam, hanya sedikit, tapi ingin panen yang banyak. Lo kalau begini, kamus dari mana kita bisa panen. Ndak ada kamus orang ndak mau nanam kok panen.
Didikan di SH Terate itu mendidik jiwa. Yang kita bangun adalah jiwa.Itu butuh waktu. Butuh kesabaran dan kesempatan. Tidak sehari dua hari jadi. Tidak seperti membalik telapak tangan.
Membangun fisik kuat bisa diformat dalam waktu sebulan dua bulan. Contohnya, melatih atlet. Tapi, membangun jiwa, memasukkan ajaran budi luhur, butuh waktu panjang dan terus menerus. Nah, yang kita bangun itu kedua-duanya. Jiwa dan raga. Lahiriah dan batiniah. Kita diarahkan menjadi manusia berbudi luhur. Bagimana orang berbudi luhur itu ? Paling mudah orang berbudi luhur itu tidak dakwen salah open.
Kita tidak dididik untuk tidak mencampuri persoalan orang lain. Kita tidak usil. Contohnya, ada kadang datang ke rumah saya. Biarpun saya tahu dia berkeluarga, datang membawa anak wanitai, saya tidak ribut, tidak akan nanya siapa perempuan itu. Kecuali kadang itu sendiri memperkenalkan.
Paling banter saya hanya akan nanya, kepentinganmu apa dik.
Ini salah satu didikan kita. Tidak mau mencampuri urusan orang lain. Kecuali kalau orang itu, kadang itu, minta saya menyelesaikan masalahnya. Minta tolong.
Orang budi luhur itu orang yang tidak iri dengki keberhasilan orang lain. Misalnya, ada orang lain bisa masuk pegawai negeri. Kita lantas dengki dan iri dan menduga-duga, ah itu berhasil karena membayar uang, istilahnya ya nyogok. Ndak boleh itu. Yang harus kita lakukan adalah, ikut seneng jika melihat kadang SH Terate berhasil. Seneng jika melihat bisa beli mobil.
Jadi kita tabu ngurusi dan mencampuri urusan orang lain. Sebab itu akan membuat kita jadi resah sendiri. Hati jadi tidak tenang. Tidak damai. Pancarkan sinar kasih. Yang ada di hati nurani kita hanya prasangka baik. Prasangka luhur. Sehingga, keluarnya pun luhur. Omong ya enak di dengar. Gampang dimengerti. Ibarat ceret, kalau air dalam ceret itu jernih, keluar air di gagangnya juga jernih. Tapi kalau airnya keruh, keluarnya pun keruh.Omong urakan seenaknya sendiri. Sikapnya juga urakan. Gak ngerti umpan papan. Dupeh iso gelut, tidak menghargai orang lain. Merasa dirinya paling super.
Yang saya sebut di atas itu, tirakat batin. Karena batin kita juga butuh tirakat. Paling sederhana, selalu berpikiran baik pada orang lain. Gak demen ngrasani. Tidak suka mengumpat atau menggunjing. Jika ini yang kita lakukan, hati kita jadi bersih. Resik. Dan Sihing Gusti Allah, pasti akan turun menyertai kehidupan kita.www.lawupos.net
Pengurus SH Terate Pusat Madiun, akhirnya sepakat menentukan jadwal rapat kerja nasional (Rakernas) SH Terate 2009, tanggal 17 – 18 Oktober mendatang. Namun pendaftaran dan cek in peserta dimulai Jum’at (16/10) siang, pukul 14.00.
Demikian hasil rapat OC dan CS yang digelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, Senin hingga Selasa (1/9) dini hari. Dipimpin Ketua I, Drs R Moerdjoko, rapat akhirnya sepakat Rakernas SH Terate digelar dua hari dua malam. “ Untuk Jum’at tanggal 16 peserta mulai cek in. Malamnya, temuj kadang dan diisi petuah Mas Madji (ketua umum SH Terate),” ujar Moerdjoko. Rapat persiapan Rakernas juga dihadiri Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsnono,SE.
Tapi bisa jadi, jadwal ini berubah. Misalnya, peserta cek in pada pagi harinya (Sabtu,17 Okt 2009), lantas hari itu juga langsung ikut upacara pembukaan.”Yang sedang kita pertimbangkan jadwal cek in. Tapi kita berharap, peserta bisa datang Jum sore, sehingga bisa kangen-kangenan di Padepokan,” lanjut Moerdjoko.
Berbeda tahun-tahun sebelumnya, Rakernas SH Terate 2009 ini hanya diikuti oleh Ketua Cabang. Dan, tidak boleh diwakilkan. Ini, menurut Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H.Tarmadji Boedi Harsono,SE, sebagai wujud dari legitimasi pusat terhadap ketua cabang. “Ketua cabang itu kan kyaine pusat di daerah. Kepanjangan tangan kita. Di Rakernas nanti suara mereka kita dengarkan,” ujarnya.Lawupos.net
AJARAN SH TERATE dan PUNCAK GUNUNG LAWU
Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 12.35 | 0 komentar »Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.
Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an. Ya itu saja.
Saya berpesan, tolong segala sesuatu (segala laku – pen) milik pribadi jangan dianggap ajaran SH Terate. Saya anak didik almarhum (Alm. RM. Imam Koesoepangat). Tidak pernah almarhum itu bicara bahwa inilah ajaran SH Terate. Saya sering diajak tirakatan. Baik naik ke Gunung Lawu maupun ke pantai selatan. Tapi almarhum tidak pernah mengatakan, apa yang dilakukan itu ajaran SH Terate. Itu laku almarhum. Karena almarhum semasa hidupnya memang suka tirakat.
Kemudian soal acara naik ke puncak Gunung Lawu. Banyak saudara kita yang salah tafsir terhadap kegiatan ini. Mereka menganggap naik ke Puncak Gunung Lawu itu sebagai bagian dari ajaran kerokhanian SH Terate. Ada pula yang mengaitkan dengan ajaran klenik. Saya katakan, tujuannya bukan itu. Bukan. Itu (laku alm. Imam Koesoepangat – pen), milik pribadi yang ditularkan dari almarhum.
Dalam perkembangannya, itu jadi kegiatan bagi calon Tingkat II yang akan disyahkan. Pertanyaannya, apakah prasyarat mau disyahkan ke Tingkat II, mesti naik ke Gunung Lawu? Sebetulnya tidak begitu. Saya dulu mau masuk ke tingkat II testingnya ngubengi (berlari mengitari – pen) Kota Madiun. Waktunya dibatasi, paling lama 40 menit (waktunya dibatasi hanya 40 menit – pen). Kemudian berkembang, orang mau masuk ketingkat II harus mampu berjalan dari Plaosan ke Sarangan. Kalau ke puncak Lawu ndak. Perkembangan selanjutnya dari Tawang Mangu ke puncak Lawu. Itu apa? (Sebenarnya tujuannya apa? – pen). Hanya dites mentalnya. Calon tingkat II itu punya kemauan keras apa tidak.
Kalau di SH Terate itu madhep karep, mantep, sakehing loro, gedhening pati wani nglakoni Gusti Allah gak sare (besar tekadnya dan berani menghadapi tantangan, Allah tidak pernah tidur – pen) . Maksudnya, kalau kamu berpijak rebah alur sadedek sapengawe (instropeksi – pen) sejak dari awal, tidak ada kamus tidak bisa. Jadi harus berupaya. Tidak mengenal putus asa.
SH Terate tidak membuka mata, kadangnya melakukan puasa (tirakat). Itu urusan pribadi-pribadi. Silakan, tapi bukan urusan SH Terate. Silakan kalau mau puasa. Misalnya puasa Senin-Kamis, seperti diajarkan Nabi Muhammad. Itu sunah Rasul untuk umat yang beragama Islam. Kemudian puasa setiap bulan Suro. Ada lagi puasa Rajab. Terus puasa Syawal.
Semua itu, saya tidak akan melarang. Karena baik. Yang saya tidak sepakat adalah jika saudara melakukan puasa ini itu dan mengekspose, bahwa itu ajaran SH Terate. Tidak ada itu ajaran di SH Terate.
Kalau saya harus jujur, puasanya orang SH Terate adalah puasa batin. Itu dilakukan sepanjang hidup, sebagai upaya instropeksi diri. Belajar membersihkan hati. Biar hati kita bersih. Berkilat dan dicintai Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab. Tujuan akhir ajaran di SH Terate adalah bersama-sama menyingkap tabir di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Bukan mengejar kesaktian dan adigang-adung adiguna. Tapi yang kita kejar, yang kita cari adalah ridlo Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Ini sesunggunya yang harus kita yakini. Sebab apa pun yang kita peroleh, jika itu ridlo Allah, kehendak atau pilihan Tuhan, pasti berakhir baik. Barokah. Kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian dalam hidup ini tak bisa menandingi ridlo dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber : www.lawupos.net.
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG BANGKA
Mengucapkan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
kepada semua sedulur-sedulur dimanapun berada
semoga dengan ini semua bisa mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT
Turut Berduka Cita
Atas Meninggalnya Ibunda
Kang Mas Tarmajdi Boedi Harsono, SE
(Ketua umum PSHT Pusat)
Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya
Kel. Besar PSHT Cab.
PRINSEWU- Anak didik Sugihartono itu berjaya hampir disemua kelas yang dipertandingkan baik di cabang putra maupun putri. Tim tersebut berturut-turut mencatat kemenangan untuk putra di kelas A Edi Supriyanto, kelas B David Bagus Saputra, Kelas D, Dedi Hermato, dan F Eko. Sementara untuk cabang putri PSHT Sukoharjo juga mendominasi khususnya di kelas B atas nama Resti Y, kelas D Sumiati, sementara kelas E, Ervita. Atas kemenangan itu PSHT Sukoharjo berhak atas meraih piala bergilir yang sebelumnya diraih PSHT Adiluwih.
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
Cabang Bangka
mengucapkan selamat menempuh hidup baru
kepada :
SRI ARISMA
(Warga 2001 PSHT Cab.Bangka)
dan
ANDRY SAPUTRA
"Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah"
Resepsi diadakan pada :
Minggu, 21 Juni 2009
bertempat di kediamana Mb. Risma
Kenaikan tingkat ini diikuti oleh 9 orang siswa, 4 orang siswa mengambil sabuk hijau dan 5 orang mengambil sabuk jambon. Warga-warga yang datang antara lain berasal dari cabang dan dari ranting pemali sendiri.
Materi yang diteskan sebagaimana umumnya pada setiap kenaikan tingkat mulai dari tes ke sh an, penguasaan senam dan jurus dan juga sambung. Tetap semangat saudaraku karna masih banyak yang harus kalian cari di SH Terate guna mencapai manusia yang berbudi pekerti luhur dan memayu hayuning bawono.


