Menelaah Mukadimah PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.34 | 0 komentar »

Bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan. Demikianpun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, hendak menuju ke-keabadian kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat, namun tidak semua insan menyadari bahwa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelenap dilubuk hari sanubarinya.

Mencermati mukadimah atau preambole SH Terate, sesungguhnya kita dibawa pada satu permenungan hakikat hidup manusia seutuhnya. Manusia yang tidak hanya, terjebak pada konteks material. Tapi juga immaterial, Dalam bahasa yang lebih sederhana, sosok manusia secara lahiriyah, dan batiniah.

Sejenak mari kita hayati, dalam mukadimah SH Terate alenia pertama, setelah kita diajak merenungu makna keberadaan diri bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan, kita dihadapkan pada misteri azali, berupa tujuan akhir laku dalam kehidupan ini. Yakni, hendak menuju ke keabadian kembali kepada Causa Prima”. Dzat yang berwenang atas hukum timbal balik. Yang Awal dan Yang Akhir.

Pendekatan reliagius, Dzat ini lebih dikenal dengan sebutan Allah, Tuhan, Sang Hyang Wenang, atau juga Kang Murbeng Dumadi.

Melihat konteksnya, jelas apa yang ingin dicapai ilmu Seti Hati, adalah kesadaran luhur, melalui sebuah menyikapan prilaku hidup atau lebih dikenal sebagai budi. Makanya dalam penjabaran keilmuan, kata luhur dan budi ini dijadikan sebuah tujuan SH Terate. Yaitu, membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.

Alenia pertama, preambole atau pembaukaan AD ART Setia Hati Terate, sesungguhnya menggiring kesadaran kita pada pemahaman tentang hakikat hidup. Semuanya itu secara alami berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju pada kesempurnaan. Manusia lebih komplit dan lebih unik lagi. Karena di dalamnya ada jiwa ada rasa.

Kita diajak mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Kalau sudah mengenal diri sendiri, akan mengenal Tuhan. Melalui perenungan. Apa yang ditangkap dengan mata, telinga, hati, dierenungkan, difikirkan, untuk mendapatkan pemahaman dan kesadaran di dalamnya.

Manusia, dengan melihat kepada diri sendiri baik phisik atau segala yang berada pada dirinya. Misalnya,, kita bisa bergerak, melilhat, mendengar, berfikir, menganalisa dan merasakan, terus timbul suatu keyakinan. Ini aneh bin unik. Satu sosok makhluk yang bisa berbuat seperti.

Jika kita mau merenunginya, akan muncul sebuah pertanyaan, siapa sebenarnya yang mampu menciptakan makhluk seperti itu. Pertanyaan itu, akan sampai pada sebuah jawaban, pasti yang menciptakan sebuah Dazat yang Maha Luar Biasa. Kemudian, kita lantas menyebutnya sebagai Tuhan, melalui orang tua masing-masing. Ini, antara lain penjabaran ringkas alenia pertama dan kedua.

SUMBER : www.lawupos.net

Cabang Bangka Siap Laksanakan Pengesahan

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 23.18 | 0 komentar »

SH Terate Cabang Bangka sebagai salah satu cabang yang bernaung di bawah naungan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun, di tahun ini siap melakukan acara wisuda untuk calon warga anggota baru (baca, pengesahan). Kesiapan ini disampaikan oleh dewan penasihat PSHT Cabang Bangka, Satir Eko Pratikno., S.Pd kamis malam (19/11) via phone.

“Cabang Bangka siap dik Irul untuk pengesahan warga-warga baru di tahun ini” Ujarnya dengan penuh semangat. Selain itu ketika disinggung waktu dan siapa yang mengesahkan nantinya, mas Eko(sapaan akbrab beliau) langsung menjawab, Insyaallah awal Januari dan kemungkinan yang akan mengesahkan adalah Mas Bambang dan Mas Dibyo Tingkat II dari Cabang Palembang dik, ujarnya menambahkan.

Sementara itu di tempat terpisah, ketua SH Terate Cabang Bangka, Husman., A.Md mengatakan jumlah calon warga yang akan disahkan di tahun ini adalah sekitar 50 orang. “ Insyaallah di tahun ini, Cabang Bangka tetap terus memperbanyak saudara. Baik itu dari segi kualitas maupun kuantitasnya,. Di tahun ini Bangka akan mengesahkan 50an orang. Mereka adalah siswa yang terdiri dari beberapa tempat latihan seperti rayon SMA 1 Pemali, rayon MAN Sungaliat, Ranting Mentok, Permis, Pangkal Pinang dll” Ujarnya.

Untuk itu ia menambahkan, memohon dukungan dan doa dari para kadhang semua agar SH Terate Cabang Bangka tetap eksis dan dapat terus menciptakan manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah.

Berkenalan Dengan Atlit Bangka II

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.23 | 1 komentar »


RESTY Delliani, begitu nama pemberian dari kedua orang tuanya. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Subarkah dan Suryana Elfiza ini mulai tertarik dunia pencak silat ketika dirinya mulai duduk di bangku SMA, 6 tahun silam. Ketika itu, dibawah asuhan penulis sendiri selangkah demi selangkah gadis manis ini mempelajari pencak silat khususnya SH Terate.

Adanya darah pencak silat yang mengalir dari bapaknya sendiri ternyata tidaklah menyulitkan penulis untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai pelajaran bela diri asli Indonesia ini. Terbukti, setelah setahun lebih latihan. Tepat 26 Februari 2005, gadis manja ini mampu menyelesaikan semua pelajaran-pelajaran yang ada di Setia Hati Terate.

Proses pembelajaran dirinya ternyata tidaklah berhenti ketika disahkan menjadi seorang warga. Bahkan menurut penilaian penulis pribadi, ketika itulah tonggak awal bagi dirinya untuk menekuni SHT mulai terlihat.

Setiap pukulan, tendangan dan tekniknya lambat laun mulai terlihat ada peningkatan. Sehingga tak ayal ketika ada kejuaraan antar pelajar di tahun 2004, ia di tunjuk oleh warga senior untuk dapat merasakan empuknya matras pertandingan.

Kepercayaan dari warga-warga untuk menurunkannya di kejuaraan ternyata tidaklah ia sia-siakan. Terbukti, walau kali pertama ia berlaga di kejuaraan pada Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) Kabupaten Bangka, ia meraih medali emas untuk kelas A putri. Kemudian berlanjut pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Babel 2004 ia meraih medali perak dan kembali membawa pulang medali emas pada POPDA Kabupaten di tahun berikutnya.

Apa yang sudah dicapai deli, sapaan akrabnya, ketika di tanah kelahirannya tersebut ternyata tidaklah membawa kepuasan bagi dirinya sendiri. Sampai saat ini, meski sudah terdaftar sebagai salah satu mahasiswi di salah satu Universitas ternama di kota Bandung sejak 2006, latihan tuk meraih cita-cita pun terus ia lakukan.

“Latihan itu tidak mesti dilakukan di tempat latihan kak, latihan mah bisa dimana aja. Di kostan, tuk sekedar stretching atau lari-lari pun bisa kita lakukan, asal ada kemauan dan disiplin dari diri sendiri aja”, ungkap gadis calon guru Matematika ini dengan manja ketika penulis menghubunginya by phone.

Mungkin ketekunan dan disiplin dari diri ini lah walau keberadaanya jauh dari orang tua ia tetap mengumpulkan mendali-mendali di setiap kejuaraan. Di kejuaraan Pekan Olahraga Kota Bandung misalnya ia meraih medali perunggu, kemudian di piala Walikota Cup Bandung 2009, ia pun meraih medali perunggu dan terakhir akunya medali yang ia dapatkan adalah pada piala Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi yang berlangsung belum lama ini. Bahkan kini, pendekar berjilbab kelahiran 25 Februari 1989 ini menjadi perwakilan atlit putri kelas A kota Cimahi dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) pada Desember 2010 mendatang.

Rakernas SH Terate Penuh Dengan Keakraban

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.30 | 0 komentar »

SH Terate punya gawe besar. Ujudnya, rapat kerja nasional (Rakernas). Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE mengatakan, jadwal Rakernas tanggal 16 – 17 Oktober 2009. Lokasinya di Padepokan SH Terate Jl. Merak Nambangan Kidul Kota Madiun. Thema central yang diusung “ Kembali ke Jaridiri.

“Gayeng dan penuh keakraban. Kesan itu menyeruak, selama berlangsung Rekernas SH Terate 2009. Sebany 147 ketua cabang seantero Indonesia hadir. Lagi, meski yang diundang jadi peserta hanya ketua cabang, terbukti, pengurus inti cabang ikut hadir mendukung suksesnya perhelatan akbar ini.

Persiapan hajat tingkat nasional SH Terate ini pun sudah sudah dipersiapkan sejak September awal. Bahkan, sejak Ramadhan kemarin, panitia penyelenggara beberapa kali menggelar rapat di Padepokan. Ketua Panitia Rakernas didelegasikan kepada Drs.. Moerdjoko,HW.

Mas Madji, demikian panggilan akrab ketua SH Terate Pusat Madiun, mengatakan, thema sentral yang bakal diusung dalam Rakernas SH Terate tahun ini adalah “Kembali ke Jatidiri.”

Tema ini dikedepankan dengan target mempertajam pemahaman rasa handarbeni terhadap organisasi tercinta. Sebab, Mas Madji menengarai, sedikit banyak sudah terjadi pergeseran nilai ajaran dari pokok ajaran murni SH Terate. Kenapa ini terjadi, akses global dan dimensi keduniawian menjadi penyebab utama.

Ambil contoh konkret, bias politik yang mewarnai langkah sejumlah warga SH Terate yang kebetulan ikut berasaing dalam pemilihan kepala daerah (Bilbup atau Pilwalkot). Juga sejumlah kadang SH Terate yang ikut bersaing menggalah kursi legislative. “Tanpa sadar, mereka membawa bendera SH Terate ke kancah politik. Saya tidak mengatakan, orang SH Terate itu tidak boleh berpolitik. Silakan warga SH Terate terjun ke dunia politik sesuai dengan hati nuraninya. Sesuai dengan pilihannya. Tapi, tolong jangan membawa organisasi ke kancah politik. Oknum warganya boleh berpolitik, tapi SH Terate harus tetap netral. Tidak ngeblok sana tidak ngeblok sini,” katanya.

Pengamatan Terate, percaturan politik dan bursa caleg di wilayah Madiun dan sekitarnya, sebagai missal. Tingginya basis massa SH Terate di wilayah Madiun, tak bisa dipungkiri merupakan tambang emas bagi partai politik perseta pemilu. Alasannya cukup sederhana, massa SH Terate merupakan basis massa militant dan relative fanatic. Makanya, jika diibaratkan tambang, basis massa SH Terate serupa barang jadi, yang tidak lagi perlu bersusah payah untuk memformat ulang. Gampangnya omong, tinggal membuat kemasan yang cantik dan proporsional, jadilah.

Barisan semut ireng atau wong njero (orang dalam) adalah julukan paling popular, menyebut massa SH Terate di kancah politik. Tak jelas, siapa pertama kali meluncurkan istilah ini. Tapi masyarakat Madiun, dengan ringan menyebut kata ini. Bahkan sempat muncul pameo, caleg yang dirubung semut ireng, hampir dipastikan jadi.

Benar, parpol pun paham banget soal ini. Wajar, jika parpol berlomba menggandeng tokoh SH Terate menjadi kandidat. Fakta berbicara, hampir 60 persen caleg yang ikut berlaga memperebutkan kursi wakil rakyat di daerah ini berasal dari SH Terate. Dampaknya, disadari atau tidak, mereka bersaing antar saudara. Dan, jika sudah masuk pada ranah ini, tentu, strategi utama yang dikedepankan adalah, pokok bisa rekrut massa sebanyak-banyak, peroleh suara tinggi dan jadi.

Tak perlu pakar, masyarakat awam pun paham banget, dampak negative yang muncul akibat persaingan antarsaudara ini.”Yang tidak mereka sadari, secara kasat mata sesungguhnya para caleg yang berasal dari SH Terate itu berlaga dengan saudara sendiri. Dampaknya, sampyuh. Karena mereka sudah amping-amping pepacuh,” ungkap Drs. Arief Soerjono, ketua SH Terate DKP Madiun.

Benar, data acak yang berhasil dikumpulkan Terate menyebut, banyak saudara kita yang bersaing sebagai caleg dalam pemilu silam, gagal meraih kursi. Padalah, hitungan politis, mereka seharusnya jadi. Selain untuk takaran senioritas, terbilang cukup, citra eksistensinya pun bagus.

Ajaran Budi Luhur

Kembali ke jatidiri ajaran Setia Hati yang dijadikan tema Rakernas, lanjut Mas Madji, adalah kembali ke tujuan utama SH Terate. Yakni, mencetak manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.

Persaudaraan dalam konteks ajaran SH Terate adalah persaudaraan utuh yang tidak memandang siapa aku siapa kamu, persaudaraan yang terlepas dari hegomoni kedamaian (drajat, pangkat, martabat), berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, persaudaraan yang diletarbelakangi saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggungjawab.

Kontek kembali ke jati diri ajaran SH Terate ini, juga sesuai dengan amanat mukadimah SH Terate, yakni akan mengajak serta para warganya menyingkap tirai selubung di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Pembahasan lebih detil soal petuah Keua Umum SH Terate dalam konteks ini, silakan akses ke portal petuah ketua umum SH Terate di www.shteratecantrik.blogspot.com

Dari hasil rapat panitia, Rakernas yang akan digelar selama dua hari ini, hanya kan mengundang Ketua Cabang SH Terate seluruh Indonesia. Dan, tidak boleh diwakili. Acuannya, ketua cabang adalah kepanjangan tangan pusat. Mereka pula nanti yang berkewajiban mensosialisasikan hasil dari Rakernas SH Terate.

Mas Madji, meminta kepada seluruh cabang SH Terate di Indonesia mempersiapkan diri. Minimal, ikut memberi masukan, apa yang bisa disampaikan dalam Rakernas. Muaranya, demi peningkatan kualitas dan jati diri SH Terate.

Sebagaimana bidang garapan SH Terate, rakernas juga akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pengembangan organisasi dan idealisme. Pengurus pusat sudah menggodok bahan referensi yang dilempar dalam Rakernas. Karena sifatnya baru bahan, tentunya butuh penggodokan dan penyempurnaan. Tugas Ketua Cabang SH Terate nanti adalah menyempurnakan bahan yang sudah dipersiapkan pengurus pusat.

Ajang Kangen-Kangenan

Lalu bagaimana tanggapan cabang? Rata-rata mereka menyambut hangat. Banyak pula yang mengaku sudah menunggu momen seperti ini. Bahkan, ketua cabang lebih suka menyebutnya sebagai ajang silaturahmi.” Di Madiun kita bisa ketemu sedulur. Kangen-kangenan. Sudah lama saya merindukan kesempatan seperti ini,” ungkap Yahmin Nuryadi, tokoh SH Terate yang kini bermukim di P. Borneo.

Maklum, acara temu kadang dengan skala nasional, saban tahun memang bisa dihitung dengan jari. Wajar jika ketua cabang, menyambut Rakernas dengan antusias. Pengamatan Terate, jalannya Rakernas SH Terate 2009 yang digelar di Padepokan Sh Terate dan diikuti oleh sekitar 196 ketua cabang ini bakal gayeng.

Dari SH Terate Cabang Pemalang, Taufik Rochim, setali tiga uang. Dia menilai, thema sentral yang diusung pengurus pusat dalam Rakernas kali ini sudah tepat. Acuannya, SH Terate mau tidak mau kini harus mengahadpi era persaingan pasar bebas. Konsep antisipasi terhadap akses persaingan global itu, musti segera digarap dengan serius. “Kalau kita lengah, benar, SH Terate bisa terpecah jadi berkeping-keping. Pemilu kemarin, saya yang di daerah saja sudah pusing. Apalahi yang di pusat dengan jumlah massa cukup besar.Pokoknya kita harus tetap ces, sedulur,” katanya.

Akhirnya, semoga perhelatan ini membuahkan mufakat yang di kemudian hari bisa bermanfaat bagi perkembangan SH Terate. Selamat bermusyawarah. Di luar, jutaan saudara menunggu setia hasilnya.(terate)

Sumber : www.lawupos.net

Rakernas PSHT dimulai 16 Oktober

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.31 | 0 komentar »

lawupos.net-MADIUN:Rapat Kerja Nasional Setia Hati Terate (Rakernas SH Terate) 2009, mulai besuk pagi, Jum’1t (16/10) di gelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun. Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, mengatakan, Rakernas kali ini bakal diikuti 200 ketua cabang SH Terate dari seluruh Indonesia.

“Rakernas SH Terate kali ini memang hanya mengundang ketua cabang. Dan tidak boleh, diwakili,” ujar Mas Madji, demikian ketua umum SH Terate akrab dipanggil.

Terdapat dua anggenda penting yang bakal dibahas dalam Rakernas yang dilaksanakan di Padepokan SH Terate Jl. Merak, Nambangan Kidul Kota Madiun. Pertama, evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, baik pusat maupun cabang. Kedua, meletakkan konsep dasar penekanan ajaran pada jati diri.”Tema central rakernas SH Terate 2009 ini ya kembali ke jati diri,” tambah Mas Madji.

Kembali ke jati diri dalam konteks ajaran SH Terate, jelas Mas Madji, adalah kembali ke ilmu Setia Hati. Yakni sosok ilmu yang mengajarkan kepada manusia untuk mengenal diri sendiri. Atau lebih dikenal dengan ilmu yakin. Atau ilmu takwa.:Kenapa saya menyebut ilmu takwa, karena seorang yang mengenal dirinya, dia pasti akan mengenal Tuhannya. Orang yang mengenal Tuhannya, dia akan berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks agama, orang yang demikian itu disebut takwa, ” tegasnya.

Mas Madji menginformasikan, Rakernas SH Terate 2009 akan dilaksanakan selama dua hari, 16 – 18 Oktober 2009. Ajang ini juga terformat dalam acara halal bi halal inter kadang SH Terate.

Pantauan penulis, persiapan perhelatan akbat kadang SH Terate seantero Indonesia ini, sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Bahkan sejak Ramadhan silam, ketua panitia Drs. Moerdjoko HW, sudah beberapa kali menggelar rapat panitia. Finalnya kemarin malam.

Suasana di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, sejak dua hari lalu, tampak sibuk. Panitia Rakernas yang kebagian kerja di perlengkapan, mulai mempersiapkan segala piranti rapat kerja. Dari menata meja kursi, mendisain ruangan, hingga menyetem sonsystem. “Harapan saya, semuanya nanti bisa berjalan lancar dan membuahkan kesepakatan yang bisa membawa berkah bagi SH Terate di masa-masa yang akan datang,” ujar Mas Mordjoko.(elpos)

FOTO SISWA RANTING MENTOK CABANG BANGKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.09 | 2 komentar »

saat karnaval
Latihan di pantai
Warga dan siswa ranting Mentok
Yang gak pake seragam pelatih admin sewaktu latihan
JAYA PSHT

TIRAKATAN ORANG SH TERATE

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 10.39 | 0 komentar »

Assalamualaikum Wr Wb

Kunci keberhasilan hidup itu sebenarnya hanya satu. Kalau kita dikasihi Allah SWT, hidup kita akan bahagia. Hanya manusia itu kurang bersyukur. Kita kadang-kadang hanya nggersulo (mengeluh), merasa kecewa. Dan kikir dalam berterimakasih.

Di SH Terate tidak ada ajaran mengeluh. Tidak ada ajaran nggresulo. Kita dididik untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Orang Terate itu kalau bisa sing gedhe tirakate, harus banyak tirakat. Dalam hal apa saja. Gak kemrungsung. Tidak emosional, tidak gusar, tidak adigang adigung, adiguno.Jadi hari-hari orang-orang SH Terate itu dipenuhi tirakat. Rialat dan selalu bersyukur menerima suratan Allah. Bagaimana cara orang SH Terate tirakat?

Contohnya saya ini, Saya ini ya mas, ini mohon maaf. Saya orang berkeluarga. Saya punya istri, punya anak. Mestinya, sekarang ini saya mendamping istri dan anak-anak. Tapi mereka saya tinggal karena saya harus menemui kadang-kadang SH Terate. Saya tinggalkan istri saya sendiri, ini namanya tirakat, dalam sekala paling ringan.

Contoh lain, sehari ini saya sudah berniat hanya makan sekali. Biarpun saya dihadapkan makanan dari manapun saya tidak beli, saya tidak akan makan. Ada lagi contoh tirakat yang lain. Misalnya, selama satu minggu saya tidak akan makan kecuali jam 6 sore saya baru makan. Kemudian malamnya saya berniat tidur paling lama empat jam, besuknya lagi juga sudah tidak makan. Ini namanya jarang-jarangi, atau ngurang-ngurangi.

Niatnya bagaimana? Tidak perlu macam-macam. Niat tirakat untuk menjaring kasih Allah. Biar dikasihi Allah. Disayang Allah. Dengan begitu, kita akan merasa dekat dengan Allah. Sehingga hati ini merasa tentram gelombang apapun yang dihadapi dia akan mesem gak akan gentar.

Tapi sayangnya orang sekarang ini sukanya instant. Seperti Mie instant. Pengin makan mie, tinggal masukkan ke gelas tuangkan air jadi mie dan langsung makan. Tidak mau repot-repot. Tidak mau nanam dulu, tapi ingin langsung panen. Kalau mau nandur, mau nanam, hanya sedikit, tapi ingin panen yang banyak. Lo kalau begini, kamus dari mana kita bisa panen. Ndak ada kamus orang ndak mau nanam kok panen.

Didikan di SH Terate itu mendidik jiwa. Yang kita bangun adalah jiwa.Itu butuh waktu. Butuh kesabaran dan kesempatan. Tidak sehari dua hari jadi. Tidak seperti membalik telapak tangan.

Membangun fisik kuat bisa diformat dalam waktu sebulan dua bulan. Contohnya, melatih atlet. Tapi, membangun jiwa, memasukkan ajaran budi luhur, butuh waktu panjang dan terus menerus. Nah, yang kita bangun itu kedua-duanya. Jiwa dan raga. Lahiriah dan batiniah. Kita diarahkan menjadi manusia berbudi luhur. Bagimana orang berbudi luhur itu ? Paling mudah orang berbudi luhur itu tidak dakwen salah open.

Kita tidak dididik untuk tidak mencampuri persoalan orang lain. Kita tidak usil. Contohnya, ada kadang datang ke rumah saya. Biarpun saya tahu dia berkeluarga, datang membawa anak wanitai, saya tidak ribut, tidak akan nanya siapa perempuan itu. Kecuali kadang itu sendiri memperkenalkan.
Paling banter saya hanya akan nanya, kepentinganmu apa dik.

Ini salah satu didikan kita. Tidak mau mencampuri urusan orang lain. Kecuali kalau orang itu, kadang itu, minta saya menyelesaikan masalahnya. Minta tolong.

Orang budi luhur itu orang yang tidak iri dengki keberhasilan orang lain. Misalnya, ada orang lain bisa masuk pegawai negeri. Kita lantas dengki dan iri dan menduga-duga, ah itu berhasil karena membayar uang, istilahnya ya nyogok. Ndak boleh itu. Yang harus kita lakukan adalah, ikut seneng jika melihat kadang SH Terate berhasil. Seneng jika melihat bisa beli mobil.

Jadi kita tabu ngurusi dan mencampuri urusan orang lain. Sebab itu akan membuat kita jadi resah sendiri. Hati jadi tidak tenang. Tidak damai. Pancarkan sinar kasih. Yang ada di hati nurani kita hanya prasangka baik. Prasangka luhur. Sehingga, keluarnya pun luhur. Omong ya enak di dengar. Gampang dimengerti. Ibarat ceret, kalau air dalam ceret itu jernih, keluar air di gagangnya juga jernih. Tapi kalau airnya keruh, keluarnya pun keruh.Omong urakan seenaknya sendiri. Sikapnya juga urakan. Gak ngerti umpan papan. Dupeh iso gelut, tidak menghargai orang lain. Merasa dirinya paling super.

Yang saya sebut di atas itu, tirakat batin. Karena batin kita juga butuh tirakat. Paling sederhana, selalu berpikiran baik pada orang lain. Gak demen ngrasani. Tidak suka mengumpat atau menggunjing. Jika ini yang kita lakukan, hati kita jadi bersih. Resik. Dan Sihing Gusti Allah, pasti akan turun menyertai kehidupan kita.
www.lawupos.net

INFO RAKERNAS SH TERATE

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 12.38 | 0 komentar »

Pengurus SH Terate Pusat Madiun, akhirnya sepakat menentukan jadwal rapat kerja nasional (Rakernas) SH Terate 2009, tanggal 17 – 18 Oktober mendatang. Namun pendaftaran dan cek in peserta dimulai Jum’at (16/10) siang, pukul 14.00.

Demikian hasil rapat OC dan CS yang digelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, Senin hingga Selasa (1/9) dini hari. Dipimpin Ketua I, Drs R Moerdjoko, rapat akhirnya sepakat Rakernas SH Terate digelar dua hari dua malam. “ Untuk Jum’at tanggal 16 peserta mulai cek in. Malamnya, temuj kadang dan diisi petuah Mas Madji (ketua umum SH Terate),” ujar Moerdjoko. Rapat persiapan Rakernas juga dihadiri Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsnono,SE.

Tapi bisa jadi, jadwal ini berubah. Misalnya, peserta cek in pada pagi harinya (Sabtu,17 Okt 2009), lantas hari itu juga langsung ikut upacara pembukaan.”Yang sedang kita pertimbangkan jadwal cek in. Tapi kita berharap, peserta bisa datang Jum sore, sehingga bisa kangen-kangenan di Padepokan,” lanjut Moerdjoko.

Berbeda tahun-tahun sebelumnya, Rakernas SH Terate 2009 ini hanya diikuti oleh Ketua Cabang. Dan, tidak boleh diwakilkan. Ini, menurut Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H.Tarmadji Boedi Harsono,SE, sebagai wujud dari legitimasi pusat terhadap ketua cabang. “Ketua cabang itu kan kyaine pusat di daerah. Kepanjangan tangan kita. Di Rakernas nanti suara mereka kita dengarkan,” ujarnya.Lawupos.net

AJARAN SH TERATE dan PUNCAK GUNUNG LAWU

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 12.35 | 0 komentar »

Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.

Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an. Ya itu saja.

Saya berpesan, tolong segala sesuatu (segala laku – pen) milik pribadi jangan dianggap ajaran SH Terate. Saya anak didik almarhum (Alm. RM. Imam Koesoepangat). Tidak pernah almarhum itu bicara bahwa inilah ajaran SH Terate. Saya sering diajak tirakatan. Baik naik ke Gunung Lawu maupun ke pantai selatan. Tapi almarhum tidak pernah mengatakan, apa yang dilakukan itu ajaran SH Terate. Itu laku almarhum. Karena almarhum semasa hidupnya memang suka tirakat.

Kemudian soal acara naik ke puncak Gunung Lawu. Banyak saudara kita yang salah tafsir terhadap kegiatan ini. Mereka menganggap naik ke Puncak Gunung Lawu itu sebagai bagian dari ajaran kerokhanian SH Terate. Ada pula yang mengaitkan dengan ajaran klenik. Saya katakan, tujuannya bukan itu. Bukan. Itu (laku alm. Imam Koesoepangat – pen), milik pribadi yang ditularkan dari almarhum.

Dalam perkembangannya, itu jadi kegiatan bagi calon Tingkat II yang akan disyahkan. Pertanyaannya, apakah prasyarat mau disyahkan ke Tingkat II, mesti naik ke Gunung Lawu? Sebetulnya tidak begitu. Saya dulu mau masuk ke tingkat II testingnya ngubengi (berlari mengitari – pen) Kota Madiun. Waktunya dibatasi, paling lama 40 menit (waktunya dibatasi hanya 40 menit – pen). Kemudian berkembang, orang mau masuk ketingkat II harus mampu berjalan dari Plaosan ke Sarangan. Kalau ke puncak Lawu ndak. Perkembangan selanjutnya dari Tawang Mangu ke puncak Lawu. Itu apa? (Sebenarnya tujuannya apa? – pen). Hanya dites mentalnya. Calon tingkat II itu punya kemauan keras apa tidak.

Kalau di SH Terate itu madhep karep, mantep, sakehing loro, gedhening pati wani nglakoni Gusti Allah gak sare (besar tekadnya dan berani menghadapi tantangan, Allah tidak pernah tidur – pen) . Maksudnya, kalau kamu berpijak rebah alur sadedek sapengawe (instropeksi – pen) sejak dari awal, tidak ada kamus tidak bisa. Jadi harus berupaya. Tidak mengenal putus asa.

SH Terate tidak membuka mata, kadangnya melakukan puasa (tirakat). Itu urusan pribadi-pribadi. Silakan, tapi bukan urusan SH Terate. Silakan kalau mau puasa. Misalnya puasa Senin-Kamis, seperti diajarkan Nabi Muhammad. Itu sunah Rasul untuk umat yang beragama Islam. Kemudian puasa setiap bulan Suro. Ada lagi puasa Rajab. Terus puasa Syawal.

Semua itu, saya tidak akan melarang. Karena baik. Yang saya tidak sepakat adalah jika saudara melakukan puasa ini itu dan mengekspose, bahwa itu ajaran SH Terate. Tidak ada itu ajaran di SH Terate.

Kalau saya harus jujur, puasanya orang SH Terate adalah puasa batin. Itu dilakukan sepanjang hidup, sebagai upaya instropeksi diri. Belajar membersihkan hati. Biar hati kita bersih. Berkilat dan dicintai Tuhan Yang Maha Esa.

Sebab. Tujuan akhir ajaran di SH Terate adalah bersama-sama menyingkap tabir di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Bukan mengejar kesaktian dan adigang-adung adiguna. Tapi yang kita kejar, yang kita cari adalah ridlo Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Ini sesunggunya yang harus kita yakini. Sebab apa pun yang kita peroleh, jika itu ridlo Allah, kehendak atau pilihan Tuhan, pasti berakhir baik. Barokah. Kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian dalam hidup ini tak bisa menandingi ridlo dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber : www.lawupos.net.

UCAPAN SELAMAT BERPUASA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.25 | 0 komentar »

Keluarga Besar

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG BANGKA

Mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

kepada semua sedulur-sedulur dimanapun berada

semoga dengan ini semua bisa mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT

BERITA DUKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 06.49 | 0 komentar »

Turut Berduka Cita

Atas Meninggalnya Ibunda

Kang Mas Tarmajdi Boedi Harsono, SE

(Ketua umum PSHT Pusat)

Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya

Kel. Besar PSHT Cab. Bangka

BERITA DARI LAMPUNG

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.11 | 0 komentar »

PRINSEWU- Anak didik Sugihartono itu berjaya hampir disemua kelas yang dipertandingkan baik di cabang putra maupun putri. Tim tersebut berturut-turut mencatat kemenangan untuk putra di kelas A Edi Supriyanto, kelas B David Bagus Saputra, Kelas D, Dedi Hermato, dan F Eko. Sementara untuk cabang putri PSHT Sukoharjo juga mendominasi khususnya di kelas B atas nama Resti Y, kelas D Sumiati, sementara kelas E, Ervita. Atas kemenangan itu PSHT Sukoharjo berhak atas meraih piala bergilir yang sebelumnya diraih PSHT Adiluwih.

Menurut ketua panitia try out Drs. Samsir Kasim mendampingi sesepuh SH Terate Prinsewu Sudarsono Lesung even tersebut merupakan agenda rutin. Selain prestasi try out ini juga merupakan ajang evaluasi terhadap pelatih yang selama ini telah dilakukan. Selanjutkan ditambahkan Sudarsono Lesung, try out yang diselenggarakan di Prinsewu ini merupakan even yang kelima.

Try out ini memang kegiatan rutin digelar, paling tidak 3 bulan sekali kami gelar evaluasi seperti,”Jelasnya. Mengenai hasil yang telah diraih dalam try out yang berlangsung selama dua hari di pusatkan di pandapa Prinsewu tambah Drs. Samsir Kasim para juara akan menjadi tim inti PSHT Kabupaten Prinsewu. Sehingga ketika ada even baik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), maupun even silat lainnya PSHT telah memiliki kesiapan altit.

“Selain pembinaan kedalam intern PSHT, try out ini juga seleksi atlit menjadi tim inti Kabupaten Prinsewu. Mereka selanjutnya akan mengikuti gemblengan dengan metode SH Terate tetapi di bawah naungan IPSI”, Jelasnya. Seperti di ketahui try out PSHT Kabupaten Prinsewu ini diikuti 8 kecamatan yang ada di Prinsewu masing-masing kecamatan Prinsewu, Pardasuka, Ambarawa, Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas dan Gading Rejo. Masing-masing kecamatan menyertakan 70 pesilatnya.

TURUT BERDUKA CITA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.05 | 0 komentar »

Turut berduka cita atas meninggalnya


KETUA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


CABANG NGAWI


semoga segala amal kebajikannya di terima oleh Nya


dan


semoga segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT


Kel.Besar PSHT Cabang Bangka

UCAPAN SELAMAT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 21.36 | 0 komentar »

Keluarga Besar
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
Cabang Bangka
mengucapkan selamat menempuh hidup baru
kepada :

SRI ARISMA
(Warga 2001 PSHT Cab.Bangka)
dan
ANDRY SAPUTRA

"Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah"

Resepsi diadakan pada :
Minggu, 21 Juni 2009
bertempat di kediamana Mb. Risma

TURUT BERDUKA CITA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.04 | 2 komentar »


Turut berduka cita atas meninggalnya


KETUA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


CABANG GROBOGAN


semoga segala amal kebajikannya di terima oleh Nya


dan


semoga segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT


Kel.Besar PSHT Cabang Bangka

KENAIKAN TINGKAT RAYON MAN

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.26 | 0 komentar »

Sabtu,16 Mei 2009 kembali Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Pemali mengadakan tes kenaikan tingkat. Kali ini tes kenaikan tingkat ini bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Sungailiat.

Kenaikan tingkat ini diikuti oleh 9 orang siswa, 4 orang siswa mengambil sabuk hijau dan 5 orang mengambil sabuk jambon. Warga-warga yang datang antara lain berasal dari cabang dan dari ranting pemali sendiri.

Materi yang diteskan sebagaimana umumnya pada setiap kenaikan tingkat mulai dari tes ke sh an, penguasaan senam dan jurus dan juga sambung. Tetap semangat saudaraku karna masih banyak yang harus kalian cari di SH Terate guna mencapai manusia yang berbudi pekerti luhur dan memayu hayuning bawono.

KONDISI RUMAH CIKAL BAKAL PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.52 | 1 komentar »






Salam Persaudaraan,
Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke rumah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu bapak Hardjo Oetomo (alm), tepatnya di desa pilangbango madiun dan diterima dengan baik oleh salah seorang kerabat beliau yaitu bapak Hartoyo, kemudian kami saling bertukar pikiran tentang organisasi tercinta.

Awalnya tujuan saya berkunjung adalah untuk silaturahmi dengan saudara - saudara PSHT di pilangbango madiun sekaligus juga ingin mengetahui kondisi rumah yang sangat bersejarah. Kenapa saya katakan bersejarah? karena dirumah inilah cikal bakal PSHT dibentuk, membina sekumpulan pemuda madiun sehingga menjadi sesepuh PSHT yang militan dan sekaligus pejuang kemerdekaan.

Rumah ini juga pernah menjadi saksi sebagai tempat pengesahan Warga Tingkat 2 di era Mas Imam Koesoepangat. Sebuah bangunan yang terakhir saya dengar gaungnya pada tahun 1995 akan dijadikan Museum Persaudaraan Setia Hati Terate, dengan harapan nantinya generasi penerus Persaudaraan Setia Hati Terate bisa dengan bangga mengetahui dimana lokasi bersejarah berdirinya organisasi ini.

Akan tetapi setelah mengetahui kondisinya setelah 14 tahun berlalu, saya sangat kaget dan prihatin sekali. Kondisi rumah tidak terawat dan ternyata apa yang dijanjikan Pusat PSHT untuk menjadikannya museum PSHT tidak pernah terlaksana. Memang bangunan ini masih dijaga dan dibersihkan oleh bapak Hartoyo sendiri sehingga bangunan tidak rusak.

Dan sesuai penuturan bapak Hartoyo, bahwa bangunan ini sementara dipinjamkan kepada Desa sebagai tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). "Timbangane rusak mas, suwung, trus kebetulan deso butuhaken sekolahan, akhire kulo ken damel mawon" begitu penuturan beliau, yang dalam bahasa indonesia artinya "daripada rusak tidak ada yang menempati, dan kebetulan desa membutuhkan sekolah maka saya ijinkan menggunakan tempat ini".

Seketika saya merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi, ditambah lagi ternyata selama 14 tahun berlalu tidak pernah ada perhatian dari pusat untuk sekedar melakukan renovasi ataupun pelestarian fisik bangunan. Bangunan itu memang pernah direnovasi akan tetapi sungguh ironis karena yang mendanai renovasi bukan PSHT Pusat melainkan dari yayasan Veteran pejuang kemerdekaan, karena bapak hadjo memang termasuk salah satu pejuang kemerdekaan. Kalau kita cermati cobalah saudaraku semua melihat betapa megah bangunan Padepokan kita tercinta, dan coba bandingkan dengan kondisi bangunan cikal bakal berdirinya PSHT sangat kontras dan memprihatinkan sekali.

Harapan saya kiranya ada sedikit perhatian dari pusat untuk masalah ini dan untuk saudara - saudaraku semua yang memiliki data dokumentasi berupa foto (baik foto bpk Hardjo, murid beliau, ataupun foto keluarga beliau) bisa menghubungi saya atau mengirimkan scan dokumentasi tersebut ke email: erich.r.saufi@gmail.com

Mudah - mudahan pembuatan dokumentasi ini bisa bermanfaat, karena rencananya akan dipasang di kediaman bapak Hardjo Oetomo (alm) sehingga saudara - saudaraku kadhang PSHT semua bisa mengingat dan tidak melupakan jasa beliau sebagai pendiri PSHT sekaligus Pejuang Kemerdekaan. Jangan sampai kita menjadi Kacang Yang Lupa Kulitnya.

Demikian sedikit berita dan salam hangat dari saya, Erich Rachmad Saufi
sumber :www.shterate.com

INFO ADMIN

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 17.43 | 0 komentar »

Kepada seluruh kadhang PSHT dimanapun berada,mohon maaf untuk sementara blog PSHT Cabang Bangka sedang dalam perbaikan.

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.06 | 2 komentar »

Salam Persaudaraan,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada saudara saya dimanapun berada yang telah memberikan informasi kepada saya pribadi saudara dari cabang Bangka. Melalui ini semua saya hanya ingin bertukar pikiran dengan saudara saya yang lain terutama adanya mail yang masuk ke saya di Irul_shterate@yahoo.co.id mengenai ketegangan saudara-saudara disana mengenai PADEPOKAN. Pada dasarnya saya sebagai salah satu yang termasuk dalam keluarga besar PSHT amat besedih dengan pemberitaan ini terutama ini menyangkut PERSAUDARAAN di dalam tubuh SH Terate sendiri. Disini saya tidak memihak salah satu saudara atau menyalahkan saudara yang lain, saya hanya ingin kita semuanya sadar dan segera tersadar.

Pada dasarnya menurut pribadi saya padepokan adalah sesuatu yang tidak salah ada pada SH dan tidak keluar di dalam koridor SH karna tujuan utama pendirian sebuah padepokan atau apapun namanya itu hanyalah satu yaitu untuk menghimpun saudara-saudara agar ketika ada pertemuan tidak berpindah – pindah tempat, agar jika ada saudara yang lain yang jauh berkunjung bisa ke padepokan dll. Mengingat hal ini sangat penting kami dari PSHT Cabang Bangka bercita-cita untuk mendirikan sebuah padepokan (Saat ini saya dan saudara yang lain yang di Bangka sedang berjuang untuk mendirikan padepokan) karna apa Perbedaan pendapat yang terjadi di cabang Bangka menurut saya pribadi nanti akan diredam dengan adanya pendirian sebuah padepokan SH di Bangka karna bagaimana pun dengan adanya “rumah” mudah-mudahan bisa menyebabkan saudara-saudara di Bangka sering berkumpul dan akhirnya dengan berkumpul dan seringnya bertemu tentunya bisa memberikan gagasan terbaik untuk kemajuan SH tentunya, namun belum-belum di Bangka mendirikan sebuah padepokan di cabang yang sudah berdiri padepokan ternyata memiliki “perselisihan” sehingga impian saya untuk mempersatukan saudara-saudara saya dengan padepokan seakan terbalik semua. Kongkretnya karna “padepokan” seakan-akan menjadi masalah………………………!!!

Memang pada dasarnya wajar jika didalam suatu organisasi itu terdapat perbedaan-perbedaan terutama pendapat namun yang tidak wajar jika perbedaan itu menyebabkan perpecahan kita semua lebih-lebih perpecahan di dalam tubuh SH Terate sendiri. Kita (baca, SH Terate) adalah sebuah organisasi yang tentunya didalam organisasi ini mempunyai aturan-aturan, struktur dari tingkat pusat sampai ke rayon. Setiap tingkatan baik rayon ataupun pusat sekalipun haruslah tunduk dengan aturan yang telah ada, yang dibuat dan disepakati secara bersama-sama. Jika ada yang melanggar ambillah tindakan yang lebih mengedepankan PERSAUDARAAN tentunya.

Kembali ke permasalahan, kita mas / mbak sekalian SH Terate adalah satu. Tidak memandang itu padepokan wesi aji, lereng wilis, wesi kuning dll. Tujuan kita sama, falsafah, semboyan kita sama dan kita berada di bawah bendera PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE tapi kenapa harus ada perselisihan-perselisihan, kenapa harus ada yang mengganggap latihan di padepokannya lebih hebat dari padepokan lain atau cabang yang lain. Kenapa????

Jika didalam diri kita sendiri masih ada rasa paling benar, paling hebat dan rasa ke – AKU –an yang tinggi wajar saja jika perselisihan itu masih ada (Saya rasa saudara yang lain lebih paham dari saya karna saya masihlah sangat muda baik dari segi umur maupun dari umur pengesahan) Saya pahami bahwa semua saudara punya tujuan baik untuk SH, Saya yakin dan akui itu namun marilah kita saling memahami satu sama lain, pahami keinginan saudara kita tanpa ada memojokkan ide, tindakan saudara kita itu salah dan kita yang benar atau apa lah. Hilangkanlah sifat demikian itu, gak zamannya lagi mas/mbak mendeskreditkan siapa yang salah, menyalahkan satu sama lain, gak zamannya lagi lah. Hilangkanlah sifat menyalahkan karna hanya dengan itulah kita bisa PECAH.

Pertanyaannya mau kita pecah, tidak bersatu??? Saya rasa kita sebagai keluarga besar PSHT tidaklah menginginkan itu semua. Oleh karna itu carilah penyelesaian secara bersama-sama, kita adalah saudara. Apakah saudara-saudara kita tidak bisa lagi duduk bersama-sama lagi untuk menyelesaikan sebuah masalah jika terjadi sebuah permasalahan? Kalau tidak bisa lagi apa bedanya kita dengan organisasi lain yang nota bene bukan berazaskan PERSAUDARAAN.

Hilangkanlah rasa ke- AKU –an yang tinggi mas/mbak sekalian. Marilah dari sekarang kita berusaha bersatu kembali, mematuhi aturan organisasi yang ada. Kembalilah pada HAKIKAT DASAR SH yang sebenarnya. Patuhi aturan yang telah kita buat, pegang teguhlah dengan AD/ART walau AD/ART disetiap kita mungkin berbeda-beda (Di Bangka masih AD/ART tahun 2000 kalau saudara di Semarang atau tempat yang lain saya kurang mengetahuinya)

Jujur dengan adanya pemberitaan seperti ini saya bersedih, sampai-sampai saya berpikiran kenapa dan mengapa saudara saya seperti ini. Kemanakah PERSAUDARAAN yang kemarin mempersatukan kita semua?

Jika pendahulu-pendahulu kita ada, saya yakin mereka semua akan bersedih melihat saudara/penerusnya mengalami perselisihan yang nantinya bisa berujung perpecahan (Mudah-mudahan tidak). Mulailah dari sekarang untuk menghilangkan rasa AKU, PALING di diri kita sendiri, sudah saatnya kita mencarikan solusi terbaik dari yang paling baik karna saya yakin itu semua ADA jika kita menghilangkan rasa ke-AKU-an yang tinggi dan meluruskan kembali tujuan kita bersama untuk mengembangkan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE sesuai kemampuan kita semua.

Didunia ini tidak ada yang tidak berubah, semua mengalami perubahan jika kita PSHT tidak bergerak mengikuti zaman maka kita akan tergilas dengan itu semua. Dengan adanya padepokan dan blog tidaklah lain menandakan bahwa warga ataupun sumber daya manusia yang ada di SH Terate adalah orang-orang yang tidak gagap teknologi. Ini adalah bagian dari SDM di Setia Hati yang mengikuti perkembangan IT yang jauh lebih pesat perkembangannnya. Hilangkanlah perselisihan hanya karna masalah kecil karna masih banyak yang mesti kita pikirkan untuk menciptakan program jauh 100 tahun kedepan untuk PSHT. Jika kita hanyalah berselisih pendapat mustahil kita akan mampu berpikir jauh 100 tahun kedepan atau mewujudkan cita-cita kita PSHT tercinta. Jayalah PSHT………………………………………………………………

Waulahu’alam bis shawab

JANTUNG BERSINAR SUDAHKAH TERIMPLEMENTASI?

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 22.46 | 2 komentar »

“Pemimpin yang baik memahami bahwa teladan adalah sebuah alat yang ampuh dan efektif. Mereka menyadari bahwa keteladanan yang diberikannya berdaya pengaruh jauh lebih besar dibandingkan bila ia hanya mengkhotbahkannya”. Kata-kata yang penulis kutip dari buku karangan mantan Direktur Utama PT Timah Tbk ( salah satu BUMN yang ada di Prov. Babel yang bergerak di bidang pertambangan timah) Bapak Erry Riyana Hardjapamekas ini jika kita hubungkan dengan organisasi kita PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE ada titik temunya. Mengapa???Di artikel ini penulis coba menelusuri dan menghubungkan kaitan tersebut.
Hakikat dasar dari sebuah Jantung Bersinar yang memancar disegala penjuru dan setiap arah adalah titik temunya. Jika dulu ketika penulis masih menjadi seorang siswa, pelatih penulis (Mas Sudi dkk) sering menerangkan makna dari point jantung bersinar yang ada dilambang PSHT adalah bahwa orang Setia Hati itu mesti harus jadi penerang dek, maksudnya orang Setia Hati itu harus bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi sekelilingnya. Ketika seorang warga berkumpul di suatu organisasi atau dimanapun maka ia harus bisa menjadi contoh. Hal ini menandakan bahwa setiap orang yang tergabung dalam keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate haruslah bisa menjadi contoh disetiap lini kehidupan karna bagaimanapun setiap tindak tanduk dari yang dilakukan oleh warga SH terate pastilah sedikit banyak disangkut pautkan dengan SH Terate. Misalnya kebiasaan saudara kita yang sering tawuran, gebar geber motor terutama pada malam 1 Suro tanpa mengindahkan keselamatan pengguna jalan yang lain. Hal ini tentunya menjadi penilaian “NEGAHATIFE” dari masyarakat kepada SH Terate. Walaupun ini adalah oknum namun masyarakat menilai inilah kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang-orang SH. Dan akibat ini SH di cap buruk oleh orang-orang. Lalu pertanyaannya sekarang, dimanakah letak teladan (Aplikasi dari jantung bersinar) yang akan kita berikan kepada masyarakat jika kita masih saja seperti itu???
Penulis mempunyai satu pendapat, setelah direnungi besarnya SH dari dulu sampai sekarang salah satunya menurut penulis adalah karna faktor keteladanan. Teladan dari saudara pendahulu-pendahulu kita termasuk ajaran SH yang diimplementasikan oleh Mas Imam dll di kehidupannya. Sosok manusia yang mengamalkan ajaran BERBUDI PEKERTI LUHUR yang tahu benar dan salah yang tentunya diberikan oleh mas Imam kepada seluruh masyarakat tidak hanya kepada orang-orang SH melainkan kesemua orang. Hal ini lah yang menurut penulis menjadi penilaian + (baca, ples) terhadap SH dan dengan penilaian ini SH bisa berkembang sampai sekarang. Jadi kongkretnya ke-TELADAN-an dari seorang warga SETIA HATI TERATE penting sebagai penunjang pemberian citra positif kepada SH dari kita keluarga besar PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE dan untuk kita PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE. (Semoga bisa dengan segera mengaplikasikan makna yang terkandung dalam Jantung Bersinar)