Menelaah Mukadimah PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.34 | 0 komentar »

Bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan. Demikianpun kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, hendak menuju ke-keabadian kembali kepada Causa Prima, titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat, namun tidak semua insan menyadari bahwa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelenap dilubuk hari sanubarinya.

Mencermati mukadimah atau preambole SH Terate, sesungguhnya kita dibawa pada satu permenungan hakikat hidup manusia seutuhnya. Manusia yang tidak hanya, terjebak pada konteks material. Tapi juga immaterial, Dalam bahasa yang lebih sederhana, sosok manusia secara lahiriyah, dan batiniah.

Sejenak mari kita hayati, dalam mukadimah SH Terate alenia pertama, setelah kita diajak merenungu makna keberadaan diri bahwa sesungguhnya hakekat hidup ini berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing, menuju kesempurnaan, kita dihadapkan pada misteri azali, berupa tujuan akhir laku dalam kehidupan ini. Yakni, hendak menuju ke keabadian kembali kepada Causa Prima”. Dzat yang berwenang atas hukum timbal balik. Yang Awal dan Yang Akhir.

Pendekatan reliagius, Dzat ini lebih dikenal dengan sebutan Allah, Tuhan, Sang Hyang Wenang, atau juga Kang Murbeng Dumadi.

Melihat konteksnya, jelas apa yang ingin dicapai ilmu Seti Hati, adalah kesadaran luhur, melalui sebuah menyikapan prilaku hidup atau lebih dikenal sebagai budi. Makanya dalam penjabaran keilmuan, kata luhur dan budi ini dijadikan sebuah tujuan SH Terate. Yaitu, membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.

Alenia pertama, preambole atau pembaukaan AD ART Setia Hati Terate, sesungguhnya menggiring kesadaran kita pada pemahaman tentang hakikat hidup. Semuanya itu secara alami berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju pada kesempurnaan. Manusia lebih komplit dan lebih unik lagi. Karena di dalamnya ada jiwa ada rasa.

Kita diajak mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Kalau sudah mengenal diri sendiri, akan mengenal Tuhan. Melalui perenungan. Apa yang ditangkap dengan mata, telinga, hati, dierenungkan, difikirkan, untuk mendapatkan pemahaman dan kesadaran di dalamnya.

Manusia, dengan melihat kepada diri sendiri baik phisik atau segala yang berada pada dirinya. Misalnya,, kita bisa bergerak, melilhat, mendengar, berfikir, menganalisa dan merasakan, terus timbul suatu keyakinan. Ini aneh bin unik. Satu sosok makhluk yang bisa berbuat seperti.

Jika kita mau merenunginya, akan muncul sebuah pertanyaan, siapa sebenarnya yang mampu menciptakan makhluk seperti itu. Pertanyaan itu, akan sampai pada sebuah jawaban, pasti yang menciptakan sebuah Dazat yang Maha Luar Biasa. Kemudian, kita lantas menyebutnya sebagai Tuhan, melalui orang tua masing-masing. Ini, antara lain penjabaran ringkas alenia pertama dan kedua.

SUMBER : www.lawupos.net

Cabang Bangka Siap Laksanakan Pengesahan

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 23.18 | 0 komentar »

SH Terate Cabang Bangka sebagai salah satu cabang yang bernaung di bawah naungan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun, di tahun ini siap melakukan acara wisuda untuk calon warga anggota baru (baca, pengesahan). Kesiapan ini disampaikan oleh dewan penasihat PSHT Cabang Bangka, Satir Eko Pratikno., S.Pd kamis malam (19/11) via phone.

“Cabang Bangka siap dik Irul untuk pengesahan warga-warga baru di tahun ini” Ujarnya dengan penuh semangat. Selain itu ketika disinggung waktu dan siapa yang mengesahkan nantinya, mas Eko(sapaan akbrab beliau) langsung menjawab, Insyaallah awal Januari dan kemungkinan yang akan mengesahkan adalah Mas Bambang dan Mas Dibyo Tingkat II dari Cabang Palembang dik, ujarnya menambahkan.

Sementara itu di tempat terpisah, ketua SH Terate Cabang Bangka, Husman., A.Md mengatakan jumlah calon warga yang akan disahkan di tahun ini adalah sekitar 50 orang. “ Insyaallah di tahun ini, Cabang Bangka tetap terus memperbanyak saudara. Baik itu dari segi kualitas maupun kuantitasnya,. Di tahun ini Bangka akan mengesahkan 50an orang. Mereka adalah siswa yang terdiri dari beberapa tempat latihan seperti rayon SMA 1 Pemali, rayon MAN Sungaliat, Ranting Mentok, Permis, Pangkal Pinang dll” Ujarnya.

Untuk itu ia menambahkan, memohon dukungan dan doa dari para kadhang semua agar SH Terate Cabang Bangka tetap eksis dan dapat terus menciptakan manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah.

Berkenalan Dengan Atlit Bangka II

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.23 | 1 komentar »


RESTY Delliani, begitu nama pemberian dari kedua orang tuanya. Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Subarkah dan Suryana Elfiza ini mulai tertarik dunia pencak silat ketika dirinya mulai duduk di bangku SMA, 6 tahun silam. Ketika itu, dibawah asuhan penulis sendiri selangkah demi selangkah gadis manis ini mempelajari pencak silat khususnya SH Terate.

Adanya darah pencak silat yang mengalir dari bapaknya sendiri ternyata tidaklah menyulitkan penulis untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai pelajaran bela diri asli Indonesia ini. Terbukti, setelah setahun lebih latihan. Tepat 26 Februari 2005, gadis manja ini mampu menyelesaikan semua pelajaran-pelajaran yang ada di Setia Hati Terate.

Proses pembelajaran dirinya ternyata tidaklah berhenti ketika disahkan menjadi seorang warga. Bahkan menurut penilaian penulis pribadi, ketika itulah tonggak awal bagi dirinya untuk menekuni SHT mulai terlihat.

Setiap pukulan, tendangan dan tekniknya lambat laun mulai terlihat ada peningkatan. Sehingga tak ayal ketika ada kejuaraan antar pelajar di tahun 2004, ia di tunjuk oleh warga senior untuk dapat merasakan empuknya matras pertandingan.

Kepercayaan dari warga-warga untuk menurunkannya di kejuaraan ternyata tidaklah ia sia-siakan. Terbukti, walau kali pertama ia berlaga di kejuaraan pada Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) Kabupaten Bangka, ia meraih medali emas untuk kelas A putri. Kemudian berlanjut pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Babel 2004 ia meraih medali perak dan kembali membawa pulang medali emas pada POPDA Kabupaten di tahun berikutnya.

Apa yang sudah dicapai deli, sapaan akrabnya, ketika di tanah kelahirannya tersebut ternyata tidaklah membawa kepuasan bagi dirinya sendiri. Sampai saat ini, meski sudah terdaftar sebagai salah satu mahasiswi di salah satu Universitas ternama di kota Bandung sejak 2006, latihan tuk meraih cita-cita pun terus ia lakukan.

“Latihan itu tidak mesti dilakukan di tempat latihan kak, latihan mah bisa dimana aja. Di kostan, tuk sekedar stretching atau lari-lari pun bisa kita lakukan, asal ada kemauan dan disiplin dari diri sendiri aja”, ungkap gadis calon guru Matematika ini dengan manja ketika penulis menghubunginya by phone.

Mungkin ketekunan dan disiplin dari diri ini lah walau keberadaanya jauh dari orang tua ia tetap mengumpulkan mendali-mendali di setiap kejuaraan. Di kejuaraan Pekan Olahraga Kota Bandung misalnya ia meraih medali perunggu, kemudian di piala Walikota Cup Bandung 2009, ia pun meraih medali perunggu dan terakhir akunya medali yang ia dapatkan adalah pada piala Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi yang berlangsung belum lama ini. Bahkan kini, pendekar berjilbab kelahiran 25 Februari 1989 ini menjadi perwakilan atlit putri kelas A kota Cimahi dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) pada Desember 2010 mendatang.

Rakernas SH Terate Penuh Dengan Keakraban

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.30 | 0 komentar »

SH Terate punya gawe besar. Ujudnya, rapat kerja nasional (Rakernas). Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE mengatakan, jadwal Rakernas tanggal 16 – 17 Oktober 2009. Lokasinya di Padepokan SH Terate Jl. Merak Nambangan Kidul Kota Madiun. Thema central yang diusung “ Kembali ke Jaridiri.

“Gayeng dan penuh keakraban. Kesan itu menyeruak, selama berlangsung Rekernas SH Terate 2009. Sebany 147 ketua cabang seantero Indonesia hadir. Lagi, meski yang diundang jadi peserta hanya ketua cabang, terbukti, pengurus inti cabang ikut hadir mendukung suksesnya perhelatan akbar ini.

Persiapan hajat tingkat nasional SH Terate ini pun sudah sudah dipersiapkan sejak September awal. Bahkan, sejak Ramadhan kemarin, panitia penyelenggara beberapa kali menggelar rapat di Padepokan. Ketua Panitia Rakernas didelegasikan kepada Drs.. Moerdjoko,HW.

Mas Madji, demikian panggilan akrab ketua SH Terate Pusat Madiun, mengatakan, thema sentral yang bakal diusung dalam Rakernas SH Terate tahun ini adalah “Kembali ke Jatidiri.”

Tema ini dikedepankan dengan target mempertajam pemahaman rasa handarbeni terhadap organisasi tercinta. Sebab, Mas Madji menengarai, sedikit banyak sudah terjadi pergeseran nilai ajaran dari pokok ajaran murni SH Terate. Kenapa ini terjadi, akses global dan dimensi keduniawian menjadi penyebab utama.

Ambil contoh konkret, bias politik yang mewarnai langkah sejumlah warga SH Terate yang kebetulan ikut berasaing dalam pemilihan kepala daerah (Bilbup atau Pilwalkot). Juga sejumlah kadang SH Terate yang ikut bersaing menggalah kursi legislative. “Tanpa sadar, mereka membawa bendera SH Terate ke kancah politik. Saya tidak mengatakan, orang SH Terate itu tidak boleh berpolitik. Silakan warga SH Terate terjun ke dunia politik sesuai dengan hati nuraninya. Sesuai dengan pilihannya. Tapi, tolong jangan membawa organisasi ke kancah politik. Oknum warganya boleh berpolitik, tapi SH Terate harus tetap netral. Tidak ngeblok sana tidak ngeblok sini,” katanya.

Pengamatan Terate, percaturan politik dan bursa caleg di wilayah Madiun dan sekitarnya, sebagai missal. Tingginya basis massa SH Terate di wilayah Madiun, tak bisa dipungkiri merupakan tambang emas bagi partai politik perseta pemilu. Alasannya cukup sederhana, massa SH Terate merupakan basis massa militant dan relative fanatic. Makanya, jika diibaratkan tambang, basis massa SH Terate serupa barang jadi, yang tidak lagi perlu bersusah payah untuk memformat ulang. Gampangnya omong, tinggal membuat kemasan yang cantik dan proporsional, jadilah.

Barisan semut ireng atau wong njero (orang dalam) adalah julukan paling popular, menyebut massa SH Terate di kancah politik. Tak jelas, siapa pertama kali meluncurkan istilah ini. Tapi masyarakat Madiun, dengan ringan menyebut kata ini. Bahkan sempat muncul pameo, caleg yang dirubung semut ireng, hampir dipastikan jadi.

Benar, parpol pun paham banget soal ini. Wajar, jika parpol berlomba menggandeng tokoh SH Terate menjadi kandidat. Fakta berbicara, hampir 60 persen caleg yang ikut berlaga memperebutkan kursi wakil rakyat di daerah ini berasal dari SH Terate. Dampaknya, disadari atau tidak, mereka bersaing antar saudara. Dan, jika sudah masuk pada ranah ini, tentu, strategi utama yang dikedepankan adalah, pokok bisa rekrut massa sebanyak-banyak, peroleh suara tinggi dan jadi.

Tak perlu pakar, masyarakat awam pun paham banget, dampak negative yang muncul akibat persaingan antarsaudara ini.”Yang tidak mereka sadari, secara kasat mata sesungguhnya para caleg yang berasal dari SH Terate itu berlaga dengan saudara sendiri. Dampaknya, sampyuh. Karena mereka sudah amping-amping pepacuh,” ungkap Drs. Arief Soerjono, ketua SH Terate DKP Madiun.

Benar, data acak yang berhasil dikumpulkan Terate menyebut, banyak saudara kita yang bersaing sebagai caleg dalam pemilu silam, gagal meraih kursi. Padalah, hitungan politis, mereka seharusnya jadi. Selain untuk takaran senioritas, terbilang cukup, citra eksistensinya pun bagus.

Ajaran Budi Luhur

Kembali ke jatidiri ajaran Setia Hati yang dijadikan tema Rakernas, lanjut Mas Madji, adalah kembali ke tujuan utama SH Terate. Yakni, mencetak manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam jalinan persaudaraan kekal abadi.

Persaudaraan dalam konteks ajaran SH Terate adalah persaudaraan utuh yang tidak memandang siapa aku siapa kamu, persaudaraan yang terlepas dari hegomoni kedamaian (drajat, pangkat, martabat), berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, persaudaraan yang diletarbelakangi saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggungjawab.

Kontek kembali ke jati diri ajaran SH Terate ini, juga sesuai dengan amanat mukadimah SH Terate, yakni akan mengajak serta para warganya menyingkap tirai selubung di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Pembahasan lebih detil soal petuah Keua Umum SH Terate dalam konteks ini, silakan akses ke portal petuah ketua umum SH Terate di www.shteratecantrik.blogspot.com

Dari hasil rapat panitia, Rakernas yang akan digelar selama dua hari ini, hanya kan mengundang Ketua Cabang SH Terate seluruh Indonesia. Dan, tidak boleh diwakili. Acuannya, ketua cabang adalah kepanjangan tangan pusat. Mereka pula nanti yang berkewajiban mensosialisasikan hasil dari Rakernas SH Terate.

Mas Madji, meminta kepada seluruh cabang SH Terate di Indonesia mempersiapkan diri. Minimal, ikut memberi masukan, apa yang bisa disampaikan dalam Rakernas. Muaranya, demi peningkatan kualitas dan jati diri SH Terate.

Sebagaimana bidang garapan SH Terate, rakernas juga akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pengembangan organisasi dan idealisme. Pengurus pusat sudah menggodok bahan referensi yang dilempar dalam Rakernas. Karena sifatnya baru bahan, tentunya butuh penggodokan dan penyempurnaan. Tugas Ketua Cabang SH Terate nanti adalah menyempurnakan bahan yang sudah dipersiapkan pengurus pusat.

Ajang Kangen-Kangenan

Lalu bagaimana tanggapan cabang? Rata-rata mereka menyambut hangat. Banyak pula yang mengaku sudah menunggu momen seperti ini. Bahkan, ketua cabang lebih suka menyebutnya sebagai ajang silaturahmi.” Di Madiun kita bisa ketemu sedulur. Kangen-kangenan. Sudah lama saya merindukan kesempatan seperti ini,” ungkap Yahmin Nuryadi, tokoh SH Terate yang kini bermukim di P. Borneo.

Maklum, acara temu kadang dengan skala nasional, saban tahun memang bisa dihitung dengan jari. Wajar jika ketua cabang, menyambut Rakernas dengan antusias. Pengamatan Terate, jalannya Rakernas SH Terate 2009 yang digelar di Padepokan Sh Terate dan diikuti oleh sekitar 196 ketua cabang ini bakal gayeng.

Dari SH Terate Cabang Pemalang, Taufik Rochim, setali tiga uang. Dia menilai, thema sentral yang diusung pengurus pusat dalam Rakernas kali ini sudah tepat. Acuannya, SH Terate mau tidak mau kini harus mengahadpi era persaingan pasar bebas. Konsep antisipasi terhadap akses persaingan global itu, musti segera digarap dengan serius. “Kalau kita lengah, benar, SH Terate bisa terpecah jadi berkeping-keping. Pemilu kemarin, saya yang di daerah saja sudah pusing. Apalahi yang di pusat dengan jumlah massa cukup besar.Pokoknya kita harus tetap ces, sedulur,” katanya.

Akhirnya, semoga perhelatan ini membuahkan mufakat yang di kemudian hari bisa bermanfaat bagi perkembangan SH Terate. Selamat bermusyawarah. Di luar, jutaan saudara menunggu setia hasilnya.(terate)

Sumber : www.lawupos.net

Rakernas PSHT dimulai 16 Oktober

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.31 | 0 komentar »

lawupos.net-MADIUN:Rapat Kerja Nasional Setia Hati Terate (Rakernas SH Terate) 2009, mulai besuk pagi, Jum’1t (16/10) di gelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun. Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H. Tarmadji Boedi Harsono,SE, mengatakan, Rakernas kali ini bakal diikuti 200 ketua cabang SH Terate dari seluruh Indonesia.

“Rakernas SH Terate kali ini memang hanya mengundang ketua cabang. Dan tidak boleh, diwakili,” ujar Mas Madji, demikian ketua umum SH Terate akrab dipanggil.

Terdapat dua anggenda penting yang bakal dibahas dalam Rakernas yang dilaksanakan di Padepokan SH Terate Jl. Merak, Nambangan Kidul Kota Madiun. Pertama, evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, baik pusat maupun cabang. Kedua, meletakkan konsep dasar penekanan ajaran pada jati diri.”Tema central rakernas SH Terate 2009 ini ya kembali ke jati diri,” tambah Mas Madji.

Kembali ke jati diri dalam konteks ajaran SH Terate, jelas Mas Madji, adalah kembali ke ilmu Setia Hati. Yakni sosok ilmu yang mengajarkan kepada manusia untuk mengenal diri sendiri. Atau lebih dikenal dengan ilmu yakin. Atau ilmu takwa.:Kenapa saya menyebut ilmu takwa, karena seorang yang mengenal dirinya, dia pasti akan mengenal Tuhannya. Orang yang mengenal Tuhannya, dia akan berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks agama, orang yang demikian itu disebut takwa, ” tegasnya.

Mas Madji menginformasikan, Rakernas SH Terate 2009 akan dilaksanakan selama dua hari, 16 – 18 Oktober 2009. Ajang ini juga terformat dalam acara halal bi halal inter kadang SH Terate.

Pantauan penulis, persiapan perhelatan akbat kadang SH Terate seantero Indonesia ini, sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Bahkan sejak Ramadhan silam, ketua panitia Drs. Moerdjoko HW, sudah beberapa kali menggelar rapat panitia. Finalnya kemarin malam.

Suasana di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, sejak dua hari lalu, tampak sibuk. Panitia Rakernas yang kebagian kerja di perlengkapan, mulai mempersiapkan segala piranti rapat kerja. Dari menata meja kursi, mendisain ruangan, hingga menyetem sonsystem. “Harapan saya, semuanya nanti bisa berjalan lancar dan membuahkan kesepakatan yang bisa membawa berkah bagi SH Terate di masa-masa yang akan datang,” ujar Mas Mordjoko.(elpos)

FOTO SISWA RANTING MENTOK CABANG BANGKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 05.09 | 2 komentar »

saat karnaval
Latihan di pantai
Warga dan siswa ranting Mentok
Yang gak pake seragam pelatih admin sewaktu latihan
JAYA PSHT

TIRAKATAN ORANG SH TERATE

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 10.39 | 0 komentar »

Assalamualaikum Wr Wb

Kunci keberhasilan hidup itu sebenarnya hanya satu. Kalau kita dikasihi Allah SWT, hidup kita akan bahagia. Hanya manusia itu kurang bersyukur. Kita kadang-kadang hanya nggersulo (mengeluh), merasa kecewa. Dan kikir dalam berterimakasih.

Di SH Terate tidak ada ajaran mengeluh. Tidak ada ajaran nggresulo. Kita dididik untuk menjadi orang yang pantang menyerah. Orang Terate itu kalau bisa sing gedhe tirakate, harus banyak tirakat. Dalam hal apa saja. Gak kemrungsung. Tidak emosional, tidak gusar, tidak adigang adigung, adiguno.Jadi hari-hari orang-orang SH Terate itu dipenuhi tirakat. Rialat dan selalu bersyukur menerima suratan Allah. Bagaimana cara orang SH Terate tirakat?

Contohnya saya ini, Saya ini ya mas, ini mohon maaf. Saya orang berkeluarga. Saya punya istri, punya anak. Mestinya, sekarang ini saya mendamping istri dan anak-anak. Tapi mereka saya tinggal karena saya harus menemui kadang-kadang SH Terate. Saya tinggalkan istri saya sendiri, ini namanya tirakat, dalam sekala paling ringan.

Contoh lain, sehari ini saya sudah berniat hanya makan sekali. Biarpun saya dihadapkan makanan dari manapun saya tidak beli, saya tidak akan makan. Ada lagi contoh tirakat yang lain. Misalnya, selama satu minggu saya tidak akan makan kecuali jam 6 sore saya baru makan. Kemudian malamnya saya berniat tidur paling lama empat jam, besuknya lagi juga sudah tidak makan. Ini namanya jarang-jarangi, atau ngurang-ngurangi.

Niatnya bagaimana? Tidak perlu macam-macam. Niat tirakat untuk menjaring kasih Allah. Biar dikasihi Allah. Disayang Allah. Dengan begitu, kita akan merasa dekat dengan Allah. Sehingga hati ini merasa tentram gelombang apapun yang dihadapi dia akan mesem gak akan gentar.

Tapi sayangnya orang sekarang ini sukanya instant. Seperti Mie instant. Pengin makan mie, tinggal masukkan ke gelas tuangkan air jadi mie dan langsung makan. Tidak mau repot-repot. Tidak mau nanam dulu, tapi ingin langsung panen. Kalau mau nandur, mau nanam, hanya sedikit, tapi ingin panen yang banyak. Lo kalau begini, kamus dari mana kita bisa panen. Ndak ada kamus orang ndak mau nanam kok panen.

Didikan di SH Terate itu mendidik jiwa. Yang kita bangun adalah jiwa.Itu butuh waktu. Butuh kesabaran dan kesempatan. Tidak sehari dua hari jadi. Tidak seperti membalik telapak tangan.

Membangun fisik kuat bisa diformat dalam waktu sebulan dua bulan. Contohnya, melatih atlet. Tapi, membangun jiwa, memasukkan ajaran budi luhur, butuh waktu panjang dan terus menerus. Nah, yang kita bangun itu kedua-duanya. Jiwa dan raga. Lahiriah dan batiniah. Kita diarahkan menjadi manusia berbudi luhur. Bagimana orang berbudi luhur itu ? Paling mudah orang berbudi luhur itu tidak dakwen salah open.

Kita tidak dididik untuk tidak mencampuri persoalan orang lain. Kita tidak usil. Contohnya, ada kadang datang ke rumah saya. Biarpun saya tahu dia berkeluarga, datang membawa anak wanitai, saya tidak ribut, tidak akan nanya siapa perempuan itu. Kecuali kadang itu sendiri memperkenalkan.
Paling banter saya hanya akan nanya, kepentinganmu apa dik.

Ini salah satu didikan kita. Tidak mau mencampuri urusan orang lain. Kecuali kalau orang itu, kadang itu, minta saya menyelesaikan masalahnya. Minta tolong.

Orang budi luhur itu orang yang tidak iri dengki keberhasilan orang lain. Misalnya, ada orang lain bisa masuk pegawai negeri. Kita lantas dengki dan iri dan menduga-duga, ah itu berhasil karena membayar uang, istilahnya ya nyogok. Ndak boleh itu. Yang harus kita lakukan adalah, ikut seneng jika melihat kadang SH Terate berhasil. Seneng jika melihat bisa beli mobil.

Jadi kita tabu ngurusi dan mencampuri urusan orang lain. Sebab itu akan membuat kita jadi resah sendiri. Hati jadi tidak tenang. Tidak damai. Pancarkan sinar kasih. Yang ada di hati nurani kita hanya prasangka baik. Prasangka luhur. Sehingga, keluarnya pun luhur. Omong ya enak di dengar. Gampang dimengerti. Ibarat ceret, kalau air dalam ceret itu jernih, keluar air di gagangnya juga jernih. Tapi kalau airnya keruh, keluarnya pun keruh.Omong urakan seenaknya sendiri. Sikapnya juga urakan. Gak ngerti umpan papan. Dupeh iso gelut, tidak menghargai orang lain. Merasa dirinya paling super.

Yang saya sebut di atas itu, tirakat batin. Karena batin kita juga butuh tirakat. Paling sederhana, selalu berpikiran baik pada orang lain. Gak demen ngrasani. Tidak suka mengumpat atau menggunjing. Jika ini yang kita lakukan, hati kita jadi bersih. Resik. Dan Sihing Gusti Allah, pasti akan turun menyertai kehidupan kita.
www.lawupos.net

INFO RAKERNAS SH TERATE

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 12.38 | 0 komentar »

Pengurus SH Terate Pusat Madiun, akhirnya sepakat menentukan jadwal rapat kerja nasional (Rakernas) SH Terate 2009, tanggal 17 – 18 Oktober mendatang. Namun pendaftaran dan cek in peserta dimulai Jum’at (16/10) siang, pukul 14.00.

Demikian hasil rapat OC dan CS yang digelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, Senin hingga Selasa (1/9) dini hari. Dipimpin Ketua I, Drs R Moerdjoko, rapat akhirnya sepakat Rakernas SH Terate digelar dua hari dua malam. “ Untuk Jum’at tanggal 16 peserta mulai cek in. Malamnya, temuj kadang dan diisi petuah Mas Madji (ketua umum SH Terate),” ujar Moerdjoko. Rapat persiapan Rakernas juga dihadiri Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsnono,SE.

Tapi bisa jadi, jadwal ini berubah. Misalnya, peserta cek in pada pagi harinya (Sabtu,17 Okt 2009), lantas hari itu juga langsung ikut upacara pembukaan.”Yang sedang kita pertimbangkan jadwal cek in. Tapi kita berharap, peserta bisa datang Jum sore, sehingga bisa kangen-kangenan di Padepokan,” lanjut Moerdjoko.

Berbeda tahun-tahun sebelumnya, Rakernas SH Terate 2009 ini hanya diikuti oleh Ketua Cabang. Dan, tidak boleh diwakilkan. Ini, menurut Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H.Tarmadji Boedi Harsono,SE, sebagai wujud dari legitimasi pusat terhadap ketua cabang. “Ketua cabang itu kan kyaine pusat di daerah. Kepanjangan tangan kita. Di Rakernas nanti suara mereka kita dengarkan,” ujarnya.Lawupos.net

AJARAN SH TERATE dan PUNCAK GUNUNG LAWU

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 12.35 | 0 komentar »

Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.

Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an. Ya itu saja.

Saya berpesan, tolong segala sesuatu (segala laku – pen) milik pribadi jangan dianggap ajaran SH Terate. Saya anak didik almarhum (Alm. RM. Imam Koesoepangat). Tidak pernah almarhum itu bicara bahwa inilah ajaran SH Terate. Saya sering diajak tirakatan. Baik naik ke Gunung Lawu maupun ke pantai selatan. Tapi almarhum tidak pernah mengatakan, apa yang dilakukan itu ajaran SH Terate. Itu laku almarhum. Karena almarhum semasa hidupnya memang suka tirakat.

Kemudian soal acara naik ke puncak Gunung Lawu. Banyak saudara kita yang salah tafsir terhadap kegiatan ini. Mereka menganggap naik ke Puncak Gunung Lawu itu sebagai bagian dari ajaran kerokhanian SH Terate. Ada pula yang mengaitkan dengan ajaran klenik. Saya katakan, tujuannya bukan itu. Bukan. Itu (laku alm. Imam Koesoepangat – pen), milik pribadi yang ditularkan dari almarhum.

Dalam perkembangannya, itu jadi kegiatan bagi calon Tingkat II yang akan disyahkan. Pertanyaannya, apakah prasyarat mau disyahkan ke Tingkat II, mesti naik ke Gunung Lawu? Sebetulnya tidak begitu. Saya dulu mau masuk ke tingkat II testingnya ngubengi (berlari mengitari – pen) Kota Madiun. Waktunya dibatasi, paling lama 40 menit (waktunya dibatasi hanya 40 menit – pen). Kemudian berkembang, orang mau masuk ketingkat II harus mampu berjalan dari Plaosan ke Sarangan. Kalau ke puncak Lawu ndak. Perkembangan selanjutnya dari Tawang Mangu ke puncak Lawu. Itu apa? (Sebenarnya tujuannya apa? – pen). Hanya dites mentalnya. Calon tingkat II itu punya kemauan keras apa tidak.

Kalau di SH Terate itu madhep karep, mantep, sakehing loro, gedhening pati wani nglakoni Gusti Allah gak sare (besar tekadnya dan berani menghadapi tantangan, Allah tidak pernah tidur – pen) . Maksudnya, kalau kamu berpijak rebah alur sadedek sapengawe (instropeksi – pen) sejak dari awal, tidak ada kamus tidak bisa. Jadi harus berupaya. Tidak mengenal putus asa.

SH Terate tidak membuka mata, kadangnya melakukan puasa (tirakat). Itu urusan pribadi-pribadi. Silakan, tapi bukan urusan SH Terate. Silakan kalau mau puasa. Misalnya puasa Senin-Kamis, seperti diajarkan Nabi Muhammad. Itu sunah Rasul untuk umat yang beragama Islam. Kemudian puasa setiap bulan Suro. Ada lagi puasa Rajab. Terus puasa Syawal.

Semua itu, saya tidak akan melarang. Karena baik. Yang saya tidak sepakat adalah jika saudara melakukan puasa ini itu dan mengekspose, bahwa itu ajaran SH Terate. Tidak ada itu ajaran di SH Terate.

Kalau saya harus jujur, puasanya orang SH Terate adalah puasa batin. Itu dilakukan sepanjang hidup, sebagai upaya instropeksi diri. Belajar membersihkan hati. Biar hati kita bersih. Berkilat dan dicintai Tuhan Yang Maha Esa.

Sebab. Tujuan akhir ajaran di SH Terate adalah bersama-sama menyingkap tabir di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Bukan mengejar kesaktian dan adigang-adung adiguna. Tapi yang kita kejar, yang kita cari adalah ridlo Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Ini sesunggunya yang harus kita yakini. Sebab apa pun yang kita peroleh, jika itu ridlo Allah, kehendak atau pilihan Tuhan, pasti berakhir baik. Barokah. Kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian dalam hidup ini tak bisa menandingi ridlo dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber : www.lawupos.net.

UCAPAN SELAMAT BERPUASA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.25 | 0 komentar »

Keluarga Besar

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG BANGKA

Mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

kepada semua sedulur-sedulur dimanapun berada

semoga dengan ini semua bisa mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT

BERITA DUKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 06.49 | 0 komentar »

Turut Berduka Cita

Atas Meninggalnya Ibunda

Kang Mas Tarmajdi Boedi Harsono, SE

(Ketua umum PSHT Pusat)

Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya

Kel. Besar PSHT Cab. Bangka

BERITA DARI LAMPUNG

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.11 | 0 komentar »

PRINSEWU- Anak didik Sugihartono itu berjaya hampir disemua kelas yang dipertandingkan baik di cabang putra maupun putri. Tim tersebut berturut-turut mencatat kemenangan untuk putra di kelas A Edi Supriyanto, kelas B David Bagus Saputra, Kelas D, Dedi Hermato, dan F Eko. Sementara untuk cabang putri PSHT Sukoharjo juga mendominasi khususnya di kelas B atas nama Resti Y, kelas D Sumiati, sementara kelas E, Ervita. Atas kemenangan itu PSHT Sukoharjo berhak atas meraih piala bergilir yang sebelumnya diraih PSHT Adiluwih.

Menurut ketua panitia try out Drs. Samsir Kasim mendampingi sesepuh SH Terate Prinsewu Sudarsono Lesung even tersebut merupakan agenda rutin. Selain prestasi try out ini juga merupakan ajang evaluasi terhadap pelatih yang selama ini telah dilakukan. Selanjutkan ditambahkan Sudarsono Lesung, try out yang diselenggarakan di Prinsewu ini merupakan even yang kelima.

Try out ini memang kegiatan rutin digelar, paling tidak 3 bulan sekali kami gelar evaluasi seperti,”Jelasnya. Mengenai hasil yang telah diraih dalam try out yang berlangsung selama dua hari di pusatkan di pandapa Prinsewu tambah Drs. Samsir Kasim para juara akan menjadi tim inti PSHT Kabupaten Prinsewu. Sehingga ketika ada even baik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), maupun even silat lainnya PSHT telah memiliki kesiapan altit.

“Selain pembinaan kedalam intern PSHT, try out ini juga seleksi atlit menjadi tim inti Kabupaten Prinsewu. Mereka selanjutnya akan mengikuti gemblengan dengan metode SH Terate tetapi di bawah naungan IPSI”, Jelasnya. Seperti di ketahui try out PSHT Kabupaten Prinsewu ini diikuti 8 kecamatan yang ada di Prinsewu masing-masing kecamatan Prinsewu, Pardasuka, Ambarawa, Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas dan Gading Rejo. Masing-masing kecamatan menyertakan 70 pesilatnya.

TURUT BERDUKA CITA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.05 | 0 komentar »

Turut berduka cita atas meninggalnya


KETUA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


CABANG NGAWI


semoga segala amal kebajikannya di terima oleh Nya


dan


semoga segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT


Kel.Besar PSHT Cabang Bangka

UCAPAN SELAMAT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 21.36 | 0 komentar »

Keluarga Besar
PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
Cabang Bangka
mengucapkan selamat menempuh hidup baru
kepada :

SRI ARISMA
(Warga 2001 PSHT Cab.Bangka)
dan
ANDRY SAPUTRA

"Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah"

Resepsi diadakan pada :
Minggu, 21 Juni 2009
bertempat di kediamana Mb. Risma

TURUT BERDUKA CITA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.04 | 2 komentar »


Turut berduka cita atas meninggalnya


KETUA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


CABANG GROBOGAN


semoga segala amal kebajikannya di terima oleh Nya


dan


semoga segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT


Kel.Besar PSHT Cabang Bangka

KENAIKAN TINGKAT RAYON MAN

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.26 | 0 komentar »

Sabtu,16 Mei 2009 kembali Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Pemali mengadakan tes kenaikan tingkat. Kali ini tes kenaikan tingkat ini bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Sungailiat.

Kenaikan tingkat ini diikuti oleh 9 orang siswa, 4 orang siswa mengambil sabuk hijau dan 5 orang mengambil sabuk jambon. Warga-warga yang datang antara lain berasal dari cabang dan dari ranting pemali sendiri.

Materi yang diteskan sebagaimana umumnya pada setiap kenaikan tingkat mulai dari tes ke sh an, penguasaan senam dan jurus dan juga sambung. Tetap semangat saudaraku karna masih banyak yang harus kalian cari di SH Terate guna mencapai manusia yang berbudi pekerti luhur dan memayu hayuning bawono.

KONDISI RUMAH CIKAL BAKAL PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.52 | 1 komentar »






Salam Persaudaraan,
Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke rumah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu bapak Hardjo Oetomo (alm), tepatnya di desa pilangbango madiun dan diterima dengan baik oleh salah seorang kerabat beliau yaitu bapak Hartoyo, kemudian kami saling bertukar pikiran tentang organisasi tercinta.

Awalnya tujuan saya berkunjung adalah untuk silaturahmi dengan saudara - saudara PSHT di pilangbango madiun sekaligus juga ingin mengetahui kondisi rumah yang sangat bersejarah. Kenapa saya katakan bersejarah? karena dirumah inilah cikal bakal PSHT dibentuk, membina sekumpulan pemuda madiun sehingga menjadi sesepuh PSHT yang militan dan sekaligus pejuang kemerdekaan.

Rumah ini juga pernah menjadi saksi sebagai tempat pengesahan Warga Tingkat 2 di era Mas Imam Koesoepangat. Sebuah bangunan yang terakhir saya dengar gaungnya pada tahun 1995 akan dijadikan Museum Persaudaraan Setia Hati Terate, dengan harapan nantinya generasi penerus Persaudaraan Setia Hati Terate bisa dengan bangga mengetahui dimana lokasi bersejarah berdirinya organisasi ini.

Akan tetapi setelah mengetahui kondisinya setelah 14 tahun berlalu, saya sangat kaget dan prihatin sekali. Kondisi rumah tidak terawat dan ternyata apa yang dijanjikan Pusat PSHT untuk menjadikannya museum PSHT tidak pernah terlaksana. Memang bangunan ini masih dijaga dan dibersihkan oleh bapak Hartoyo sendiri sehingga bangunan tidak rusak.

Dan sesuai penuturan bapak Hartoyo, bahwa bangunan ini sementara dipinjamkan kepada Desa sebagai tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). "Timbangane rusak mas, suwung, trus kebetulan deso butuhaken sekolahan, akhire kulo ken damel mawon" begitu penuturan beliau, yang dalam bahasa indonesia artinya "daripada rusak tidak ada yang menempati, dan kebetulan desa membutuhkan sekolah maka saya ijinkan menggunakan tempat ini".

Seketika saya merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi, ditambah lagi ternyata selama 14 tahun berlalu tidak pernah ada perhatian dari pusat untuk sekedar melakukan renovasi ataupun pelestarian fisik bangunan. Bangunan itu memang pernah direnovasi akan tetapi sungguh ironis karena yang mendanai renovasi bukan PSHT Pusat melainkan dari yayasan Veteran pejuang kemerdekaan, karena bapak hadjo memang termasuk salah satu pejuang kemerdekaan. Kalau kita cermati cobalah saudaraku semua melihat betapa megah bangunan Padepokan kita tercinta, dan coba bandingkan dengan kondisi bangunan cikal bakal berdirinya PSHT sangat kontras dan memprihatinkan sekali.

Harapan saya kiranya ada sedikit perhatian dari pusat untuk masalah ini dan untuk saudara - saudaraku semua yang memiliki data dokumentasi berupa foto (baik foto bpk Hardjo, murid beliau, ataupun foto keluarga beliau) bisa menghubungi saya atau mengirimkan scan dokumentasi tersebut ke email: erich.r.saufi@gmail.com

Mudah - mudahan pembuatan dokumentasi ini bisa bermanfaat, karena rencananya akan dipasang di kediaman bapak Hardjo Oetomo (alm) sehingga saudara - saudaraku kadhang PSHT semua bisa mengingat dan tidak melupakan jasa beliau sebagai pendiri PSHT sekaligus Pejuang Kemerdekaan. Jangan sampai kita menjadi Kacang Yang Lupa Kulitnya.

Demikian sedikit berita dan salam hangat dari saya, Erich Rachmad Saufi
sumber :www.shterate.com

INFO ADMIN

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 17.43 | 0 komentar »

Kepada seluruh kadhang PSHT dimanapun berada,mohon maaf untuk sementara blog PSHT Cabang Bangka sedang dalam perbaikan.

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.06 | 2 komentar »

Salam Persaudaraan,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada saudara saya dimanapun berada yang telah memberikan informasi kepada saya pribadi saudara dari cabang Bangka. Melalui ini semua saya hanya ingin bertukar pikiran dengan saudara saya yang lain terutama adanya mail yang masuk ke saya di Irul_shterate@yahoo.co.id mengenai ketegangan saudara-saudara disana mengenai PADEPOKAN. Pada dasarnya saya sebagai salah satu yang termasuk dalam keluarga besar PSHT amat besedih dengan pemberitaan ini terutama ini menyangkut PERSAUDARAAN di dalam tubuh SH Terate sendiri. Disini saya tidak memihak salah satu saudara atau menyalahkan saudara yang lain, saya hanya ingin kita semuanya sadar dan segera tersadar.

Pada dasarnya menurut pribadi saya padepokan adalah sesuatu yang tidak salah ada pada SH dan tidak keluar di dalam koridor SH karna tujuan utama pendirian sebuah padepokan atau apapun namanya itu hanyalah satu yaitu untuk menghimpun saudara-saudara agar ketika ada pertemuan tidak berpindah – pindah tempat, agar jika ada saudara yang lain yang jauh berkunjung bisa ke padepokan dll. Mengingat hal ini sangat penting kami dari PSHT Cabang Bangka bercita-cita untuk mendirikan sebuah padepokan (Saat ini saya dan saudara yang lain yang di Bangka sedang berjuang untuk mendirikan padepokan) karna apa Perbedaan pendapat yang terjadi di cabang Bangka menurut saya pribadi nanti akan diredam dengan adanya pendirian sebuah padepokan SH di Bangka karna bagaimana pun dengan adanya “rumah” mudah-mudahan bisa menyebabkan saudara-saudara di Bangka sering berkumpul dan akhirnya dengan berkumpul dan seringnya bertemu tentunya bisa memberikan gagasan terbaik untuk kemajuan SH tentunya, namun belum-belum di Bangka mendirikan sebuah padepokan di cabang yang sudah berdiri padepokan ternyata memiliki “perselisihan” sehingga impian saya untuk mempersatukan saudara-saudara saya dengan padepokan seakan terbalik semua. Kongkretnya karna “padepokan” seakan-akan menjadi masalah………………………!!!

Memang pada dasarnya wajar jika didalam suatu organisasi itu terdapat perbedaan-perbedaan terutama pendapat namun yang tidak wajar jika perbedaan itu menyebabkan perpecahan kita semua lebih-lebih perpecahan di dalam tubuh SH Terate sendiri. Kita (baca, SH Terate) adalah sebuah organisasi yang tentunya didalam organisasi ini mempunyai aturan-aturan, struktur dari tingkat pusat sampai ke rayon. Setiap tingkatan baik rayon ataupun pusat sekalipun haruslah tunduk dengan aturan yang telah ada, yang dibuat dan disepakati secara bersama-sama. Jika ada yang melanggar ambillah tindakan yang lebih mengedepankan PERSAUDARAAN tentunya.

Kembali ke permasalahan, kita mas / mbak sekalian SH Terate adalah satu. Tidak memandang itu padepokan wesi aji, lereng wilis, wesi kuning dll. Tujuan kita sama, falsafah, semboyan kita sama dan kita berada di bawah bendera PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE tapi kenapa harus ada perselisihan-perselisihan, kenapa harus ada yang mengganggap latihan di padepokannya lebih hebat dari padepokan lain atau cabang yang lain. Kenapa????

Jika didalam diri kita sendiri masih ada rasa paling benar, paling hebat dan rasa ke – AKU –an yang tinggi wajar saja jika perselisihan itu masih ada (Saya rasa saudara yang lain lebih paham dari saya karna saya masihlah sangat muda baik dari segi umur maupun dari umur pengesahan) Saya pahami bahwa semua saudara punya tujuan baik untuk SH, Saya yakin dan akui itu namun marilah kita saling memahami satu sama lain, pahami keinginan saudara kita tanpa ada memojokkan ide, tindakan saudara kita itu salah dan kita yang benar atau apa lah. Hilangkanlah sifat demikian itu, gak zamannya lagi mas/mbak mendeskreditkan siapa yang salah, menyalahkan satu sama lain, gak zamannya lagi lah. Hilangkanlah sifat menyalahkan karna hanya dengan itulah kita bisa PECAH.

Pertanyaannya mau kita pecah, tidak bersatu??? Saya rasa kita sebagai keluarga besar PSHT tidaklah menginginkan itu semua. Oleh karna itu carilah penyelesaian secara bersama-sama, kita adalah saudara. Apakah saudara-saudara kita tidak bisa lagi duduk bersama-sama lagi untuk menyelesaikan sebuah masalah jika terjadi sebuah permasalahan? Kalau tidak bisa lagi apa bedanya kita dengan organisasi lain yang nota bene bukan berazaskan PERSAUDARAAN.

Hilangkanlah rasa ke- AKU –an yang tinggi mas/mbak sekalian. Marilah dari sekarang kita berusaha bersatu kembali, mematuhi aturan organisasi yang ada. Kembalilah pada HAKIKAT DASAR SH yang sebenarnya. Patuhi aturan yang telah kita buat, pegang teguhlah dengan AD/ART walau AD/ART disetiap kita mungkin berbeda-beda (Di Bangka masih AD/ART tahun 2000 kalau saudara di Semarang atau tempat yang lain saya kurang mengetahuinya)

Jujur dengan adanya pemberitaan seperti ini saya bersedih, sampai-sampai saya berpikiran kenapa dan mengapa saudara saya seperti ini. Kemanakah PERSAUDARAAN yang kemarin mempersatukan kita semua?

Jika pendahulu-pendahulu kita ada, saya yakin mereka semua akan bersedih melihat saudara/penerusnya mengalami perselisihan yang nantinya bisa berujung perpecahan (Mudah-mudahan tidak). Mulailah dari sekarang untuk menghilangkan rasa AKU, PALING di diri kita sendiri, sudah saatnya kita mencarikan solusi terbaik dari yang paling baik karna saya yakin itu semua ADA jika kita menghilangkan rasa ke-AKU-an yang tinggi dan meluruskan kembali tujuan kita bersama untuk mengembangkan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE sesuai kemampuan kita semua.

Didunia ini tidak ada yang tidak berubah, semua mengalami perubahan jika kita PSHT tidak bergerak mengikuti zaman maka kita akan tergilas dengan itu semua. Dengan adanya padepokan dan blog tidaklah lain menandakan bahwa warga ataupun sumber daya manusia yang ada di SH Terate adalah orang-orang yang tidak gagap teknologi. Ini adalah bagian dari SDM di Setia Hati yang mengikuti perkembangan IT yang jauh lebih pesat perkembangannnya. Hilangkanlah perselisihan hanya karna masalah kecil karna masih banyak yang mesti kita pikirkan untuk menciptakan program jauh 100 tahun kedepan untuk PSHT. Jika kita hanyalah berselisih pendapat mustahil kita akan mampu berpikir jauh 100 tahun kedepan atau mewujudkan cita-cita kita PSHT tercinta. Jayalah PSHT………………………………………………………………

Waulahu’alam bis shawab

JANTUNG BERSINAR SUDAHKAH TERIMPLEMENTASI?

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 22.46 | 2 komentar »

“Pemimpin yang baik memahami bahwa teladan adalah sebuah alat yang ampuh dan efektif. Mereka menyadari bahwa keteladanan yang diberikannya berdaya pengaruh jauh lebih besar dibandingkan bila ia hanya mengkhotbahkannya”. Kata-kata yang penulis kutip dari buku karangan mantan Direktur Utama PT Timah Tbk ( salah satu BUMN yang ada di Prov. Babel yang bergerak di bidang pertambangan timah) Bapak Erry Riyana Hardjapamekas ini jika kita hubungkan dengan organisasi kita PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE ada titik temunya. Mengapa???Di artikel ini penulis coba menelusuri dan menghubungkan kaitan tersebut.
Hakikat dasar dari sebuah Jantung Bersinar yang memancar disegala penjuru dan setiap arah adalah titik temunya. Jika dulu ketika penulis masih menjadi seorang siswa, pelatih penulis (Mas Sudi dkk) sering menerangkan makna dari point jantung bersinar yang ada dilambang PSHT adalah bahwa orang Setia Hati itu mesti harus jadi penerang dek, maksudnya orang Setia Hati itu harus bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi sekelilingnya. Ketika seorang warga berkumpul di suatu organisasi atau dimanapun maka ia harus bisa menjadi contoh. Hal ini menandakan bahwa setiap orang yang tergabung dalam keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate haruslah bisa menjadi contoh disetiap lini kehidupan karna bagaimanapun setiap tindak tanduk dari yang dilakukan oleh warga SH terate pastilah sedikit banyak disangkut pautkan dengan SH Terate. Misalnya kebiasaan saudara kita yang sering tawuran, gebar geber motor terutama pada malam 1 Suro tanpa mengindahkan keselamatan pengguna jalan yang lain. Hal ini tentunya menjadi penilaian “NEGAHATIFE” dari masyarakat kepada SH Terate. Walaupun ini adalah oknum namun masyarakat menilai inilah kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang-orang SH. Dan akibat ini SH di cap buruk oleh orang-orang. Lalu pertanyaannya sekarang, dimanakah letak teladan (Aplikasi dari jantung bersinar) yang akan kita berikan kepada masyarakat jika kita masih saja seperti itu???
Penulis mempunyai satu pendapat, setelah direnungi besarnya SH dari dulu sampai sekarang salah satunya menurut penulis adalah karna faktor keteladanan. Teladan dari saudara pendahulu-pendahulu kita termasuk ajaran SH yang diimplementasikan oleh Mas Imam dll di kehidupannya. Sosok manusia yang mengamalkan ajaran BERBUDI PEKERTI LUHUR yang tahu benar dan salah yang tentunya diberikan oleh mas Imam kepada seluruh masyarakat tidak hanya kepada orang-orang SH melainkan kesemua orang. Hal ini lah yang menurut penulis menjadi penilaian + (baca, ples) terhadap SH dan dengan penilaian ini SH bisa berkembang sampai sekarang. Jadi kongkretnya ke-TELADAN-an dari seorang warga SETIA HATI TERATE penting sebagai penunjang pemberian citra positif kepada SH dari kita keluarga besar PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE dan untuk kita PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE. (Semoga bisa dengan segera mengaplikasikan makna yang terkandung dalam Jantung Bersinar)

BERITA SH TERATE

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 18.35 | 1 komentar »

Warga Tewas Dianiaya Polisi
Mencekam, Karanganyar Siaga I

KARANGANYAR- Situasi Karanganyar semalam mencekam. Polres Karanganyar menyatakan siaga I setelah muncul informasi Mapolres hendak digeruduk massa, menyusul tewasnya seorang warga, Agus Sunardi alias Adi (30), yang diduga dianiaya oknum polisi.
Korban tewas adalah anggota perguruan pencak silat SHT, yang ditahan di Mapolres Karanganyar. Adi ditahan bersama tiga warga lainnya, karena diduga terlibat pengeroyokan polisi yang hendak mencegah aksi freestyle atau atraksi sepeda motor. Polisi berdalih, aksi itu membahayakan warga sekitar.
Kejadian di jalan depan kantor Bupati Karanganyar itu berlangsung sekitar pukul 17.00. Namun, langkah polisi itu justru memicu kemarahan massa. Seorang anggota Samapta, Yanu dikeroyok. Akibatnya, polisi itu mengalami luka-luka, dan hingga semalam masih dirawat di sebuah rumah sakit.
Tangkap Pelaku
Polisi lantas bertindak tegas dengan menangkap empat orang dan membawanya ke Mapolres. Seorang di antaranya Adi, warga Mendungan, Kelurahan Karanganyar Kota, Kecamatan Karanganyar. Selain korban tewas, tiga lainnya mengalami luka-luka.
Jenazah Adi semalam dibawa ke Labfor UNS untuk diautopsi. Namun, polisi mengelak jika anggotanya dituding menganiaya Adi. Kapolres Karanganyar AKBP Sri Handayani menegaskan, korban tewas di RSUD Kartini Karanganyar bukan di tahanan.
Sebelum diamankan, kata Kapolres, korban sudah sakit sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. ‘’Untuk meyakinkan, (jenazah) diautopsi,’’ tandas Sri Handayani.
Setelah mendengar kabar kematian rekannya, puluhan anggota Perguruan Setia Hati segera berdatangan ke Mapolres. Mereka hendak mempertanyakan penyebab kematian Adi.
Hingga semalam, situasi di sekitar Mapolres mencekam. Polisi bersiaga penuh. Gedung bagian barat dan timur dijaga ketat polisi bersenjata. Kapolwil Surakarta Kombes Taufik Ansorie juga berada di Mapolres. Namun sekitar pukul 22.30, Kapolwil tampak keluar.
Saat dikonfirmasi, Kapolwil menyatakan, kasus itu masih didalami. Sejumlah saksi juga masih dimintai keterangan. ‘’Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi,’’ tandasnya lewat telepon seluler.
Sementara itu, seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, Adi saat itu pulang kerja dari Solo lewat jalan tersebut. Seorang polisi mengingatkan agar dia tidak melintas di jalan itu. Namun entah kenapa terjadi perkelahian di lokasi itu.
Adi bersama sejumlah warga lain diamankan. Sekitar pukul 20.00, Adi dikabarkan meninggal dan dilarikan ke RSUD Kartini. Hingga pukul 24.00, jenazah belum tiba di rumah duka, sementara rekan-rekan korban masih berkumpul di sekitar Mapolres.
Dari : Surat kabar Suara Merdeka,kamis 16 april 2009

PSHT PACITAN BERSEDIH

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 00.29 | 2 komentar »

“Mau di bawa kemana PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE nantinya jika para elit Persaudaraan Setia Hati Terate berbuat seperti ini. Sudah jelas Setia Hati Terate bukan organisasi politik dan tidak condong ke partai politik manapun. Apa mereka semua gak pernah baca AD/ART, apa mereka sudah lupa atau sengaja dilupakan? Kami tidak habis pikir. Apa yang mereka pikirkan” (Jeritan Warga Pacitan)

Begitulah kutipan JERITAN DARI WARGA PACITAN dalam komentar di artikel blog Cabang Bangka (baca, PSHT dan Politik Praktis). Tragis sekali jeritan tersebut namun inilah sebuah kondisi yang sebenarnya terjadi di SH Terate. Kebesaran organisasi kita tercinta ini telah dan memang telah dimanfaatkan oleh “OKNUM” tertentu untuk mendapatkan jabatan politis tertentu baik itu anggota legislatif maupun kepala daerah sekalipun. Sedih sekali mendengarnya karna ini bukan hanya terjadi di Pacitan, Wonogiri, Madiun, Lampung atau satu tempat saja melainkan ini sudah banyak contoh. Faktanya lah yang berbicara sekarang, untuk itu menurut hemat penulis kita SEBAGAI SAUDARA YANG PEDULI DAN MENGERTI HARUS MENGADAKAN PERTEMUAN UNTUK MEMBAHAS DAN MENCARI SOLUSI ATAS PERMASALAHAN INI SEMUA. Penulis mempunyai harapan agar PSHT Komisariat UNDIP atau cabang lain (Mas Abas mungkin) bisa memfasilitasi pertemuan ini dengan SEGERAnya karna ini tidak bisa dibiarkan begitu saja jika organisasi kita ingin TETAP eksis dan sesuai dengan ideologi yang telah kita sepakati secara bersama-sama agar kita bisa membawa SH Terate sesuai dengan AD/ART yang sebenarnya terlebih agar kita tidak dimanfaatkan oleh komoditas politik tertentu. BERANI KARNA BENAR TAKUT KARNA SALAH, WALAUPUN YANG KITA HADAPI TINGKAT DUA ATAUPUN TINGKAT TIGA SEKALIPUN (Terima Kasih Mas Ryan Undip dan Saudara di Pacitan, kami tunggu info selanjutnya)

BERKENALAN DENGAN ATLIT BANGKA I

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.17 | 1 komentar »


Tekun, itulah penilaian penulis ketika pertama x bertemu dengannya.Sosok atlit dari cabang Bangka ini boleh dikatakan baru dalam dunia kejuaraan pencak silat baik ditingkat kabupaten maupun propinsi Bangka Belitung.Namanya juga belum ada apa-apanya di Propinsi Bangka Belitung, Namun walaupun baru lawannya di arena pertandingan tidaklah boleh menganggap remeh setiap tendangan, pukulan bahkan bantingannya.Tehnik pertandinganya tidaklah bisa dianggap sebelah mata.Adalah Redy Suzayzt warga Persaudaraan Setia Hati Terate tahun 2009 ini sudah boleh dikatakan matang dalam tehnik pertandinganya.Kematangan ini dibuktikan dengan beberapa x menorehkan prestasi diantaranya juara 1 Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) Tingkat Kabupaten, Juara 3 POPDA Provinsi, Juara 2 Pencak Silat OOSN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan terakhir adalah Juara 3 Bupati Cup yang baru-baru ini diadakan oleh IPSI Bangka Belitung.
Dara muda yang saat ini masih duduk di bangku kelas 2 SMA 1 Pemali (Sekolah penulis juga nieh dan tentunya juga tempat lahirnya generasi-generasi penerus pendahulu PSHT) mengaku jatuh cinta pada PSHT.”Ku ne nek cari persaudaraan yang sejati mas” begitu isi pesan singkat yang dikirimkan ke penulis ketika penulis bertanya apa alasanya menekuni SH Terate
Kecintaan dan tekadnya yang baik akan SH Terate ini yang dimanfaatkan oleh pelatih tetapnya Mas Eko Pratikno (Mantan atlit juga nieh….) untuk terus mengasah kemampuan diri dari seorang Redy (panggilan akrabnya) untuk bisa sampai jadi warga terlebih lagi jadi seorang altit yang handal yang bisa dan mampu membawa nama Persaudaraan Setia Hati Terate sampai ke tingkat internasional tentunya……..amin ya Rabb.
Dan Mudah-mudahan bukan hanya Redy tetapi juga yang lainnya bisa ikut berjuang dan Insyaallah kalau mas pulang lebaran nanti tak bawain keperluan untuk latihan atlitnya (Sukur-sukur saudara di Undip,Mas Abas di Magelang atau saudara yang lainnya bisa ikut membantu secara gratis….he)

UMURKU MASIH SEBIJI JAGUNG

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 01.49 | 0 komentar »

Ah…….tak terasa 6 tahun sudah penulis dan saudara seangkatan menjadi seorang warga. Setelah latihan 3 tahun tepat 1 April 2003 yang bertempat di gedung Pusdiklat Pemali akhirnya penulis dan teman – teman bisa disahkan. Teringat proses keceran yang dilakukan oleh Mas Dibyo, Mas Bambang dan Mas Jono (Mereka semua adalah tingkat II dari cabang Palembang)
6 tahun sudah penulis di SH, banyak yang telah penulis dapatkan mulai dari berani tampil di muka umum (Karna itu penulis bisa jadi Ketua OSIS waktu SMA dan ketua di organisasi yang lain sampai sekarang sukur-sukur bisa jadi Presiden nantinya…..he), cara bersosialisai dengan masyarakat, lebih-lebih cara menjalani hidup didunia ini. Apa yang penulis dapatkan tidaklah sebanding bila dibandingkan dengan apa yang telah penulis berikan di SH. Keaktifan/kontribusi penulis hanyalah sedikit namun mudah-mudahan keaktifan ini seperti halnya setitik air dilautan yang bisa membuat dan menciptakan sebuah gelombang besar di pantai….Amin.
Tetap semangat saudarku, teruslah berjuang, bergerak dan janganlah pernah lelah berkarya demi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE tercinta. Teruslah belajar karna umur 6 tahun barulah duduk di bangku TK, kita harus mampu dan bisa duduk di bangku SD, SMP, SMA bahkan mencapai gelar Profesor Shyer dan SH wan sejati tentunya.
(Berikut nama-nama sedulur yang disahkan bersamaku…Nurfariullah, Hendratno, Wage Supriadi, Marwan, Yandhi Kapriansyah, Zulbani, Chazwir Chadir, Pratama Maesza, Ruri Sugiarto Ibnu Sutowo, Muhammad Ihsan, Edial Bustamil, Ridho Akbar, Nurul Ihsan, Fahrizal, Fajri Ramadhan, Munir, Ardias Junika, Adriansyah, Yudianto, Atma Elfandi, Fandy, Mulyono, Teja Laksana, Tugito, Zairozi, Erwandi, Mastok dan Bambang Hartono)

TURUT BERDUKA CITA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 17.42 | 0 komentar »


KELUARGA BESAR

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG BANGKA

Mengucapkan

TURUT BERDUKA CITA

Atas Musibah Kejadian Yang Terjadi di Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang Banten


KENAIKAN TINGKAT PSHT RANTING PEMALI

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 18.53 | 0 komentar »

20 orang siswa Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Pemali Cabang Bangka tampak sumringah setelah selesai mengikuti tes kenaikan tingkat dari tingkat polos ke tingkat jambon pada sabtu malam (21/3).Kenaikan tingkat yang bertempat di asrama SMA 1 Pemali ini dihadiri oleh banyak warga terutama warga-warga yang berasal dari SMA Pemali sendiri.
Tes yang dimulai dari pukul 20.00 wib ini dimulai dengan dengan tes tertulis berupa tes ke SH an dan dilanjutkan dengan tes penguasaan materi dari senam massal (1-10) senam dasar (1-30) jurus (1-6) dan tak ketinggalan sambung (Jatahan gak mas…he)
Kenaikan tingkat ini merupakan sebuah tradisi yang sudah mengakar di tubuh Setia Hati Terate sendiri.Tujuannya tak lain adalah pengujian bagaimana fisik,mental siswa selama ditempa di tingkat polos dan juga bagaimana penguasaan materi baik itu senam massal,senam dasar maupun jurus wajib dari Persaudaraan Setia Hati Terate.
Mudah-mudahan ke 20 siswa yang telah berhasil mencapai tingkat jambon ini bisa tetap bertahan sampai ketingkat hijau,putih bahkan menjadi seorang warga Setia Hati Terate,Tetap semangat dan jangan lupa ya dek cari siswa polos yang baru satu orang dua siswa tentunya….He,

PSHT dan POLITIK PRAKTIS

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 20.13 | 3 komentar »

Ditengah maraknya persiapan pemilu legislatife ini,baik dari tingkat DPRD Kab/Kota,Provinsi,pusat bahkan Presiden tak ayal setiap media selalu menyampaikan berita yang di update setiap harinya.Begitu pula dengan kader-kader partai yang menyiapkan stategi untuk memaksa masuk dalam parlemen.Diantara sekian banyak partai yang terlibat dalam pemilu tak sedikit saudara kita/warga Persaudaraan Setia Hati Terate terlibat langsung dalam politik praktis tersebut.Baik itu menjadi partisipan,fungsional bahkan masuk dalam structural partai.
Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai organisasi yang sudah mengakar dalam kultur masyarakat secara menyeluruh mempunyai suatu landasan yang berpatokan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang sudah ditetapkan.Organisasi kita adalah organisasi yang berdiri sendiri,tidak memihak salah satu partai politik maupun organisasi massa manapun.Dengan kata lain organisasi SH Terate adalah organisasi yang netral walaupun pada dasarnya memang hak seorang warga SH Terate sebagai warga Negara Indonesia secara individu diperbolehkan untuk berpolitik sebagai wujud bagian dari partisipasi politik.
Penulis ingat pada pemilihan Gubernur provinsi Lampung kemarin ada salah satu calon yang menempatkan lambang PSHT disetiap atribute kampanyenya,hal ini menimbulkan tanda tanya siapa sebenarnya Cagub tersebut apakah dia seorang warga PSHT?
Benar atau tidaknya dia seorang warga menurut hemat penulis ia tidak berhak untuk mencantumkan lambang SH Terate.Kejadian ini sempat penulis tanyakan kepada Mas Eko Pratikno (Selaku Dewan Penasehat PSHT Cab.Bangka) ketika penulis pulang kampung kemarin.” Itu dak boleh dik,kita gak boleh membawa-bawa nama Setia Hati dalam politik begitu juga sebaliknya politik dalam Setia Hati.”Lantas Gimana mas,Tanya penulis lebih lanjut,”Inilah dik yang saya khawatirkan.Kita boleh saja berpolitik,SH gak pernah larang itu tapi haruslah individunya,jangan bawa-bawa SH Terate.Kita akan pecah kalau begini terus,kita hanyalah dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai perahu untuk memperoleh suatu kekuasaan hanya dengan iming-iming akan dibuatkan padepokan atau apa “Ungkap beliau lebih lanjut.
Ini adalah sebuah realita dan hal inipun telah diwanti-wanti oleh Mas Tarmajdi.” SH Terate telah keluar dari jati diri SH yang sebenarnya.Banyak cabang atau warga yang membawa atribute salah satu parpol ke lingkungan Setia Hati”Melihat hal ini sungguh miris sekali jika tidak diantisipasi dari sekarang maka akan terjadi perebutan suara antar warga PSHT sendiri seperti pada kasus pemilihan kepala daerah di salah satu Kabupaten di Lampung.
Sekali lagi ini adalah sebuah realita,memang sampai saat ini titah yang dimusyawarahkan dalam AD/ART PSHT sangatlah sulit untuk diaktualisasikan sesuai dengan makna dan tujuan yang sebenarnya.Apalagi melihat kondisi saat ini politik seakan-akan jadi mesin uang yang mengalir deras.Dalam hal ini ada kegelisahan sendiri dari penulis akan eksistensi Setia Hati Terate apabila setiap kader SH Terate sudah membawa misi partai politik untuk mencari kekuasaan/suara di lingkungan SH Terate.
Untuk itu sebagai bagian dari Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate penulis secar pribadi mengajak kepada seluruh warga PSHT untuk berpartisipasi sebaik-baiknya dalam pesta demokrasi bangsa ini tanpa melanggar konstitusi PSHT itu sendiri.Dengan demikian SH Terate benar-benar menjadi organisasi yang bisa dan mampu mengayomi warga/masyarakat baik diluar organisasi maupun di dalam tubuh SH Terate sendiri untuk terus melestarikan budaya bangsa ini dan tetap menciptakan manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu akan benar dan salah.Waullahu’alam…………….

BERBAGI KENANGAN SEDIKIT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 00.15 | 1 komentar »

Selasa (17/3) tiba-tiba Hp penulis berdering.0813xxxx siapa ya???Sejenak penulis terdiam dan setelah diangkat Subhanaullah ternyata adalah pelatih penulis yang menghubungi.Namanya Mario,warga dari Timor Timur.Sekarang beliau ada di bali,setelah sekian lama tidak bersilaturahim hari itu penulis bisa berbicara walau tidak terlalu lama.
Pembicaraan dari tanya kabar sampai gimana latihan di bangka sempat dibahas.Teringat akan masa-masa latihan dulu,di push-up,di jatah dll semua dirasakan bersama-sama teman seperjuangan (mas bandi dkk)
Kepada saudara ku yang ada di bangka ada salam dari mas mario....Tetap semangat katanya.

MAKNA MAULID NABI

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 01.45 | 0 komentar »

Kelahiran manusia adalah suatu hal yang biasa.Bagaimana tidak,setiap hari,jam bahkan menit ada saja bayi – bayi yang lahir di dunia ini.Karena itulah,Nabi Muhammad SAW tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa.Begitupun keluarga dan para sahabat beliau.Bahkan pada masa jahiliyah hingga masa islamiyah hari kelahiran seseorang tidak pernah dikenal dibangsa arab.
Lalu,mengapa setiap tahun kaum muslimin sangat antusias memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,sesuatu yang bahkan tidak dilakukan oleh sahabat.Berbagai alasan muncul salah satunya adalah untuk mengagungkan dan menghormati beliau sebagai Nabi dan Rasul,pembawa Risalah sekaligus Rahmat bagi sekalian alam.Inilah alasannya kenapa Beliau begitu “Istimewa” dikalangan umat muslim.
Setiap pelaksanaan Maulid pasti kita bisa melihat betapa meriah acara tersebut.Dimasjid,sekolah,kampus atau bahkan perkantoran merayakannya.Tetapi,sangat disayangkan perayaan ini hanyalah sebagai rutinitas belaka tanpa adanya pemaknaan dari perayaan tersebut.
Sejauh ini,sampai mana kita mengenal sosok yang menjadi tauladan kita,sejauh mana kita mengenal kepribadiaan beliau dan sejauh mana kita benar – benar menjadikan Rasulullah sebagai idola kita.
Ada banyak manusia yang merayakan Maulid Nabi (Mungkin sebagian juga adalah sedulur SH Terate) merayakan hari lahirnya sosok manusia yang membawa perubahan pada ummat manusia tapi sayangnya tidak semua manusia mengenal dengan baik kepribadian beliau padahal ada banyak sikap dan kepribadaian yang layak kita contoh dari Rasulullah.Setiap apa yang dicontohkan oleh beliau adalah sunnah dan setiap sunnah adalah kebaikan.
Berbudi Luhur mungkin itulah sebagian kecil dari sikap beliau.Bagaimana sikap beliau terhadap sahabat,pada Ibu susuannya bahkan kepada kaum quraisy sekalipun yang sangat memusuhinya beliau gambarkan pada kita semua selaku ummatnya.Lalu pertanyaannya sudahkah kita sebagai ummat muslim dan juga warga SHT mencontoh apa yang dilakukan beliau?
Mudah-mudahan diperingatan Maulid Nabi ini kita bisa bercermin,mawas diri untuk dapat mencontoh dan mengamalkan prilaku beliau agar bisa dapat diimpikasikan ke kehidupan sehari-hari lebih-lebih bisa kita transfer kepada sedulur dan siswa/i yang masih menempuh latihan di PSHT agar ketika menjadi warga kelak mereka semua bisa mencontoh prilaku Rasulullah dan kalau sudah mencontoh prilakunya berarti kita telah berhasil menanamkan tujuan (Berbudi Luhur) dari SH Terate kepada siswa/i kita…….amin.

IMPIAN DAN HARAPAN

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 22.09 | 1 komentar »

“Tidak ada yang terjadi kecuali pada awalnya sebuah mimpi” Ujar Carl Sanburg.Penyair ini seakan hendak menyatakan pada kita semua akan digdaya sebuah mimpi.Melalui impian kehidupan seseorang dapat berubah,impian juga dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.Impian memang merupakan energi positif yang memaksa pemiliknya untuk mewujudkannya.
Adapun harapan adalah senyawa dari impian.Dimana ada impian,disitu juga pasti akan bersemai harapan.Namun terkadang impian dan harapan itu tidaklah sesuai dengan yang kita impikan artinya harapan itu tidak atau belum bisa terwujud.Contoh kecil penulis sendiri pernah mempunyai sebuah harapan yang sangat besar dari ketika lulus SMA,namun ketika sampai harinya (3 tahun menunggu waktu yang tepat) ternyata tidaklah sesuai dengan harapan,apa yang penulis harapkan ternyata tidaklah terpenuhi (Mungkin sedulur lainpun pernah mengalami)
Sesal,sedih,kalut dll bercampur jadi satu.Berbagai pertanyaan menghampiri,kenapa dan mengapa hal itu bisa terjadi,apa yang kurang,apa yang salah.Pertanyaan demi pertanyaan terus berdatangan sehingga itu semua dijadikan bahan renungan (mawas diri) bagi penulis sendiri sehingga penulis dapat kesimpulan bahwa tindakan yang kurang tepat bisa berbuah tidak manis.
Impian akanlah menghidupkan harapan,dan harapan ini akan melahirkan sebuah tindakan dan tindakan yang benar akan menorehkan berbagai langkah kemajuan / keberhasilan.Dari sinilah sebuah impian bisa terwujud / terlaksana.Kita (Persaudaraan Setia Hati Terate) punya impian dan harapan yang besar agar SH Terate bisa berkembang sampai matahari tetap terbit di ufuk timur,sampai bumi masih dihuni manusia,agar SH Terate bisa berkembang dimanapun kita berada.Namun,semua itu hanyalah sebuah mimpi dan harapan jika kita tidak melakukan sebuah tindakan yang nyata terhadap PSHT.Kita sebagai warga Setia Hati punya kewajiban untuk mengembangkan SH,Kita punya kewajiban untuk ikut melestarikan budaya bangsa kita.Tanggung jawab dan kewajiban terpikul di pundak warga-warga akan Setia Hati.Baik dan buruknya SH tergantung dari warga / anggota kita oleh karena itu mulailah dari sekarang,dari sesuatu yang kecil mari kita bertindak dan berbuta untuk SHT.Kita perlu bergerak untuk menuntaskan sebuah perubahan di dalam tubuh PSHT.
Bergerak Tuntaskan Perubahan……………………………..
Jayalah SH Terate!!!

TELAAH AJARAN SETIA HATI

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 21.22 | 0 komentar »

Tak dipungkiri,hidup butuh perjuangan mencapai pemenuhan hajat.Laksana air,ia terus bergerak dari satu tempat ketempat lain mengisi multi ruang dan dimensi konsekuensinya muncul beda pendapat,silang pandang dan persaingan antar kepentingan. Dampak lebih konkret lagi terjadinya persinggungan antar individu,kelompok dan komunitas.Perang acapkali menjadi penyelesaian paling frontal,lantaran pihak-pihak yang saling bertikai,sama-sama ngotot mempertahankan kepentingannya kukuh ngugemi karep,seakan tak ada lagi jalan penyelesaian secara damai.Musyawarah mencapai mufakat dianggap barang yang tak punya nilai hingga otot jadi pertaruhan akhir.Padahal,jika mau menyelami lebih dalam lagi,ruang penyelesaian terhadap beda pendapat,kebersinggungan dalam pranataan multidimensi,masih terbuka lebar.Bahkan ruang ini hampir tidak terbatas,saking luasnya apalagi jika kita mau menghayati dan mencari akar persoalan yang sebenarnya.Sumber penyulut angkara yang menyebabkan akal sehat tak lagi berfungsi dan gerak ragawi mengalahkan nilai-nilai pengendalian diri.
Apakah itu???Jawabnya adalah NURANI,kompas jati diri pengendali arah refleksi jiwa sekaligus raga.Inspirator segala kebijakan yang dijabarkan oleh gerak emosi atau nafsu.Juga,motor penggerak aktivitas indra dan anggota raga .
Disinilah kadang perlunya Persaudaraan Setia Hati Terate ditekankan selalu mengasah NURANI,mulat sarira hangrasawani.Tujuannya agar setiap tindakan dan pikirannya selalu terkontrol,tidak over acting,selaras dengan proporsinya.Bisa empan papan.Karenanya,kesantunan dan kesadaran empan papan ini mutlak harus disikapi dan tidak boleh diabaikan.Jika setiap warga Persaudaraan Setia Hati Terate ini sudah bisa bertindak dan berpikir dengan konsep empan papan sesuai dengan proporsinya,maka dia akan muncul dengan sosok yang disegani.Sebab dirinya memang sudah sampai pada konsepsi kesadaran makna diri (ngerti).Ibaratnya,ia akan tampil sebagai sosok yang mampu manjing ajur ajer,cendhek datan kaungkulan, dhuwur datan ngungkul-ungkuli.
Tentu,kesadaran makna diri ini tidak akan muncul tanpa proses pembelajaran secara kontinyu.Karena itu,Persaudaraan Setia Hati Terate ini telah meletakkan dasar pembelajaran ngerti empan papan ini sejak dari siswa,melalui pelajaran kesantunan dan konsep penghormatan.Misalnya,begitu datang ditempat latihan,mereka disarankan saling berjabat tangan.Kemudian setelah berganti pakaian,sebelum memulai latihan harus menghormat pada pelatih lalu bersama-sama pelatih mengawali kegiatan dengan berdoa bersama.
Proses pembelajaran ini,sesungguhnya merupakan awal peletakkan dasar kepada siswa untuk bisa empan papan.Pertama,Menghargai nilai-nilai keberadaan orang lain yang diwujudkan lewat berjabat tangan.Kedua,Peletakan dasar kesantunan antara yang muda kepada yang lebih tua yang ditunjukkan lewat aktivitas menghormati kepada pelatih.Ketiga,Pengenalan dasar pengertian dan kesadaran atas keberadaan Tuhan yang diwujudkan dengan doa bersama sebelum memulai kegiatan.
Konsep pembelajaran ini diteruskan secara berjenjang,selama siswa berproses menjadi warga dari tingkat ketingkat,melalui pelajaran kerokhanian.Targetnya tidaklah lain setelah menjadi warga ia akan bisa mengamalkan ajaran itu dalam kehidupan masyarakat.
Contoh sederhana,bagaimana kita bersikap saat berada dilingkungan kerja dan bagaimana pula bersikap saat berada ditengah-tengah lingkungan dan masyarakat.Untuk menuju kearah itu terdapat empat tingkat pengertian dan kesadaran harus dipegang teguh yakni, Mengerti keberadaan diri sendiri (ngerti lungguhing kapribaden),Mengerti keberadaan orang lain (ngerti lungguhing ngaurip),Mengerti pada keberadaan Tuhan (ngerti punjering manembah).Mengerti jalan menuju kematian (ngerti dumunge pati)

A.Ngerti Lungguhing Kapribaden
Ini adalah tingkat kesadaran pertama,dimana setiap kadang Persaudaraan Setia Hati Terate diwajibkan untuk mengerti dirinya.Ia sebagai sesosok Titah (ciptaan), keberadaanya tidak lebih baik dari titah sakwantah (manusia biasa).Karenanya ia pun harus bisa memposisiskan dirinya pada proporsi yang paling bersahaja.Tidak merasa besar karena selain dirinya masih ada titah-titah lain yang baik hak dan kewajibannya, adalah sama.Sebaliknya karena dirinya ngerti bahwa kedudukan setiap titah pada dasarnya sama, maka dimanapun berada,ia tidak akan kehilangan kepercayaan diri (dalam lingsem).Dan tidak akan kelewat percaya diri (super ego,tidak sombong).Penampilannya,kendati tampak bersahaja sederhana tapi tidak berkesan miskin,wibawa tapi tidak angker.Dan,setiap gerak geriknya terpancar sebuah sikap percaya diri (Setia Hati)
B.Ngerti Lungguhing Ngaurip
Hidup merupakan sebuah proses menuju titik akhir dalam berdharma.Karena keberadaanya berkisar pada proses,maka sangat mustahil jika berjalan sendiri.Ada sebuah system yang mempengaruhinya.Bahkan,system itu pada kondisi tertentu mutlak diperlukan keberadaanya dalam proses pembentukan jati diri.Misalnya sebuah system yang mengharuskan seseorang berjalan disisi kiri dalam berlalu lintas atau system yang mengarahkan seseorang harus patuh pada jadwal rutinitas kerja.
Yang jadi soal barangkali adalah apakah kita selamanya harus larut kedalam system dengan melepas eksistensi yang kita miliki?Apakah kita mesti total mempertaruhkan nilai-nilai privasi masuk kedalam sebuah system demi mempertahankan system yang ada?Tentu saja bukan demikian yang kita harapkan.Sebab acapkali tidak semua system bisa berjalan berdampingan dalam satu waktu dan ruang yang sama. Misalnya system berlalu lintas di Indonesia mengharuskan kita berjalan disebelah kiri, karena yang dipakai system berlalu lintas Eropa.Tapi apakah kita menggunakan system ini jika kita naik mobil dijalan raya dibenua Amerika yang nota bene menggunakan system kanan.
Contoh lain,dalam system militer bawahan harus memberi hormat pada atasan dengan cara hormat ala militer.Apakah aturan itu juga bisa diberlakukan dalam keluarga?Misalnya,dengan mengharuskan istri dan anak-anak melakukan sikap hormat militer pada suami atau ayah?tentu saja jika ini dilakukan akan kelihatan lucu bahkan akan malah jadi bahan tertawaan orang lain.
Persaudaraan Setia Hati Terate,sebagai bagian dari masyarakat majemuk sudah barang tentu memiliki dasar ajaran berhadapan dengan persoalan ini.Yakni pada prinsipnya, warga Persaudaraan Setia Hati Terate tidak mengatur dan tidak mau diatur.Tapi warga Persaudaraan Setia Hati Terate akan berusaha semaksimal mungkin menjunjung tinggi, mematuhi dan melaksanakan aturan yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
Jayalah PSHT......................................................

BELAJARLAH..............

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 21.17 | 0 komentar »

Cara sederhana bila ingin mulai memperdalam ilmu SH sangatlah Banyak,Warga yang merasa "kosong" karena merasa ingin mendalami ilmu SH tetapi tidak ada yang membimbing. Tetapi sesungguhnya ilmu itu berada di mana saja, dan bisa didapat dimana saja. "Ilmu tinemu soko laku" begitu kata orang jawa. Jadi ilmu tidak bisa didapat kalau kita cuma menunggu. Dan ilmu tidak selalu didapat dari guru, kata orang "pengalaman adalah guru terbaik", itu benar.
Berikut cara sederhana bila ingin mulai memperdalam ilmu SH ;
A.Aktif dalam organisasi
Aktiflah di komisariat, ranting, dan cabang. Bisa sebagai pelatih, atlit, atau pengurus organisasi (terutama di komisariat, butuh orang yang rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengurus UKM).Jangan merasa kita orang SH Terate tetapi kita tidak bersedia mengorbankan waktu dan tenaga atau materi bagi SH Terate. Aktifnya kita di SH Terate akan membuat kita banyak berhubungan dengan orang-orang SH yang lain, sehingga tukar-menukar pikiran, diskusi dan saling sharing akan menambah wawasan kita mengenai SH Terate.
B.Jangan berhenti belajar
Jangan merasa cukup dengan apa yang ada. Belajarlah,Kalau anda aktif melatih sisiwa, jangan hanya monoton menggunakan metode yang ada. Pelajari, belajar, diskusi dengan komisariat/ranting lain yang lebih sukses mendidik siswa. Dan jangan hanya mentransfer secara mentah jurus dan senam yang dulu diberikan, pejari dengan benar faedah dan makna setiap gerakan. Demikian juga bila anda atlit, gunakan berbagai kesempatan untuk berdiskusi dengan orang lain yang lebih sukses. Jangan pernah malu untuk belajar, jangan menutup diri dengan anggapan pribadi bahwa warga mesti tahu segalanya.
C.Kritisi Organisasi kita ini
SH Terate memang organisasi yang besar, namun sesungguhnya masih banyak kekurangan. SH Terate bisa berkembang dengan lebih baik lagi dan itu membutuhkan sumbangsih pemikiran kita. Kritisi dengan disiplin ilmu anda sendiri bagaimana seharusnya SH Terate itu. Jangan takut untuk berbeda dengan yang lain, dan jangan terlena dengan besarnya massa dalam organsiasi kita.Insya Allah kita akan mendapatkan ilmu itu, bahkan sedikit demi sedikit tanpa kita sadari kita akan mendapatkan banyak ilmu hanya dengan ngurusi SH Terate.Bahkan ilmu ini tidak hanya berlaku dalam SH Terate tetapi dapat kita manfaatkan dalam berorganisasi di tempat lain, dalam kuliah, belajar, dsb. perjalanan 1000 langkah mulai dari satu langkah, bukan?

INFO CABANG

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 02.00 | 0 komentar »

Diharapkan kepada sedulur-sedulur yang berada di cabang Bangka dan sedulur-sedulur lain dimanapun berada untuk dapat memberikan doa dan kehadirannya dalam pertandingan piala Bupati Cup Kabupaten Bangka yang dilaksanakan pada hari kamis/26 Februari 2009 jam 09.00 bertempat di GOR OROM Sungailiat.
Mudah-mudahan atlit-atilt kita bisa membawa nama Persaudaraan Setia Hati Terate sampai ketingkat Internasional................Amin.

INFO CABANG

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 17.26 | 0 komentar »

Telah dilaksanakan rapat rutin Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Bangka pada Sabtu malam (14/2) pukul 19.30 WIB yang bertempat di kediaman Mas Eko Pratikno selaku Dewan Penasehat PSHT Cabang Bangka.
Rapat yang dihadiri dari warga-warga yang berasal dari cabang ini membahas
Laporan pertanggung jawaban Panitia Pengesahan PSHT Cabang Bangka tahun 2009 dan Hasil seleksi piala Bupati Cup yang diadakan oleh IPSI Bangka.

KOMITMEN DAN MANAGERIAL DALAM PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 22.29 | 1 komentar »

Membaca tulisan dari PSHT Komisariat Universitas Diponegoro mengenai SHT adalah sebuah Perguruan Tinggi dan SHT harus mempunyai system yang handal dengan program yang bisa sampai 100 tahun menarik sekali untuk dicermati.Memang benar adanya sebuah cita-cita itu tidak bisa terwujud jika kita tidak mempunyai program jauh kedepan.Penulis jadi ingat tentang pendapat Mohammad Yunus (Peraih Nobel Penghargaan) ketika ditanya bagaimana sebenarnya cara mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa kita saat ini.Beliau menjawab dengan komitmen dan managerial yang baiklah semua bisa terselesaikan.Negara adalah organisasi dan ketika penulis belajar tentang keorganisasian maka memang benar managerial dan komitmen sangat diperlukan untuk membangun sebuah organisasi yang kuat agar bisa bertahan dan tetap eksis sampai batas waktu yang tidak ditentukan.Lalu bagaimana dengan organisasi kita ini?
Untuk PSHT sendiri sebuah komitmen dan managerial yang baikpun sangat diperlukan karna bagaimana bisa cita-cita terwujud jika kita tidak punya komitmen terhadap SH dan pengaturan organisasi kitapun masih bobrok.Lihat saja dari hasil pengesahan tahun ini berapa persenkah yang kembali mengabdi pada SH,Berapa banyak yang mau belajar apa itu Setia Hati dll.Berapa banyak yang punya loyalitas yang sangat tinggi terhadap SH,Jawabannya tentu tidaklah seratus persen (Mudah-mudahan tapi di cabang lain seratus persen)
Nah jika tidak 100 % berarti kita sebagai warga punya tugas yang sangat berat bagaimana caranya agar anak didik kita nantinya setelah disahkan menjadi warga,bisa kembali pada SH dengan kesadaran dan loyalitas spiritual yang sangat tinggi dan ketika telah mempunyai kesadaran yang tinggi akan SH mudah-mudahan kita bisa tetap mewujudkan cita-cita besar PSHT dengan seihklas-ihklasnya……..Amin.
(Untuk Cabang Bangka gagasan dari Mas Sakti belum bisa saya sampaikan mas mudah-mudahan waktu aku pulang aku sampaikan dan bisa segera dilaksanakan)

PRESTASI TERBARU PSHT BANGKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 01.12 | 1 komentar »

Salut buat SH Terate ranting Pemali_dari altit-atlit yang diturunkan sebagian besar lolos dalam seleksi piala Bupati Bangka (Bupati Cup) yang diadakan kemarin (8/2) di gedung serba guna SMA 1 Pemali.Acara yang memang di dominasi dari SH Terate baik dari banyaknya atlit sampai sporter ini berlangsung dengan sportif.Gemuruh suara teriakan semangat sesama sedulurpun terus diteriakkan sehingga tak ayal seleksi kali ini seperti halnya SH Cup atau latihan gabungan semata....he3
Sekali lagi selamat buat sedulur-sedulur dari ranting Pemali yang sudah berhasil semoga bisa sampai ketingkat provinsi,nasional bahkan internasional.Buat yang belum berhasil jadikan semua ini pelajaran.............tetap SEMANGAT.

SEJARAH SINGKAT PSHT CABANG BANGKA

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 00.35 | 2 komentar »

Berawal dari sebuah komitmen dan loyalitas yang sangat tinggi terhadap PSHT tepatnya 1999 Persaudaraan Setia Hati Terate bisa sampai dan terbentuk di bumi Sepintu Sedulang.Awal latihan dimulai dari SD378 suatu tempat yang strategis dikarnakan dekat dengan perumahan karyawan PT Timah tbk.
Harapan dari pendiri (Mas Sugeng Budiono,Sudi Ariyanto,Husman,Hendra,Mario dan Muryoko) hanyalah agar SHT bisa diterima dilingkungannya.Benar sebuah kebenaran pasti ada jalanya sehingga baru dibuka masyarakat sekitar (anak-anak muda khususnya) ikut bergabung dan latihan bersama di PSHT (Termasuk penulis sendiri)
Ketekunan dan kedisiplinan dari para warga akhirnya membuahkan hasil.Tahun 2001 untuk kali pertamanya SH Terate Cabang Bangka dapat menghasilkan dan mencetak warga generasi pertama (Mas Bandi dkk) Perjuangan itu berlanjut sampai sekarang bahkan tidak hanya di SD378 (Umum) tetapi juga bisa merambah kedunia pendidikan terbukti dengan adanya ekstrakulikuler di SMA 1 Pemali,MAN Sungailiat,Permis,Pangkal Pinang,Belinyu bahkan dibagian Bangka Barat (Mentok) sekalipun.
Hal ini membuktikan bahwa semangat dan loyalitas (sadar akan kewajiban warga) bisa ikut mewujudkan cita-cita besar SH Terate dan tentunya juga melestarikan budaya bangsa sendiri.
Jaya PSHT.......................................

SEJARAH PSHT

Diposting oleh PERSAUDARAAN SETIA HATI T ERATE | 21.37 | 0 komentar »

Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri

Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada "persaudaraan" yang kekal dan abadi.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini - red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda - karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan "Harta Jaya" semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama "Djojo Gendilo Cipto Mulyo".

Masuk Sarikat Islam.

Memasuki tahun 1922, jiwa pemberontakan Ki Hadjar membara lagi dan beliau bergabung dengan Sarikat Islam (SI), untuk bersama-sama mengusir negara penjajah, malah beliau sendiri sempat ditunjuk sebagai pengurus. Sedangkan di waktu senggang, ia tetap mendarmakan ilmunya dan berhasil mendirikan perguruan silat yang diberi nama SH Pencak Spor Club. Tepatnya di desa Pilangbangau - Kodya Madiun Jawa Timur, kendati tidak berjalan lama karena tercium Belanda dan dibubarkan.

Namun demikian semangat Ki Hadjar bukannya nglokro (melemah), tapi malah semakin berkobar-kobar. Kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah. Tipu muslihatpun dijalankan. Untuk mengelabuhi Belanda, SH Pencak Sport Club yang dibubarkan Belanda, diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata "Pencak" hingga tinggal "SH Sport Club". Rupanya nasib baik berpihak kepada Ki Hadjar. Muslihat yang dijalankan berhasil, terbukti Belanda membiarkan kegiatannya itu berjalan sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni, Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk, lalu Mujini, Jayapana dan masih banyak lagi yang tersebar sampai Kertosono, Jombang, Ngantang, Lamongan, Solo dan Yogyakarta.

Ditangkap Belanda.

Demikianlah, hingga bertambah hari, bulan dan tahun, murid-murid Ki Hadjar pun kian bertambah. Kesempatan ini digunakan oleh Ki Hadjar guna memperkokoh perlawanannya dalam menentang penjajah Belanda. Sayang, pada tahun 1925 Belanda mencium jejaknya dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditangkap lalu dimasukkan dalam penjara Madiun.

Pupuskah semangat beliau ? Ternyata tidak. Bahkan semakin menggelegak. Dengan diam-diam beliau berusaha membujuk rekan senasib yang ditahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi. Sayangnya sebelum berhasil, lagi-lagi Belanda mencium gelagatnya. Untuk tindakan pengamanan, Ki Hadjar pun dipindah ke penjara Cipinang dan seterusnya dipindah di penjara Padang Panjang Sumatera. Ki Hadjar baru bisa menghirup udara kebebasan setelah lima tahun mendekam di penjara dan kembali lagi ke kampung halamannya, yakni Pilangbangau, Madiun.

Selang beberapa bulan, setelah beliau menghirup udara kebebasan dan kembali ke kampung halaman, kegiatan yang sempat macet, mulai digalakan lagi. Dengan tertatih beliau terus memacu semangat dan mengembangkan sayapnya. Memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya Jepang ke Indonesia SH Pemuda Sport Club diganti nama menjadi "SH Terate". Konon nama ini diambil setelah Ki Hadjar mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya Soeratno Soerengpati. Beliau merupakan salah seorang tokoh Indonesia Muda.

Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH Terate mulai berkembang merambah ke segenap penjuru. Ajaran SH Terate pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Dan jaman kesengsaraanpun sudah berganti. Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta dalam tempo singkat telah membawa perubahan besar dalam segala aspek kehidupan. Termasuk juga didalamnya, kebebasan untuk bertindak dan berpendapat. Atas prakarsa Soetomo Mangku Negoro, Darsono, serta saudara seperguruan lainnya diadakan konferensi di Pilangbangau (di rumah Alm Ki Hadjar Hardjo Oetomo). Dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus, yakni SH Terate yang semenjak berdirinya berstatus "Perguruan Pencak Silat" dirubah menjadi organisasi "Persaudaraan Setia Hati Terate". Selanjutnya Soetomo Mangkudjajo diangkat menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.

Tahun 1950, karena Soetomo Mangkudjojo pindah ke Surabaya, maka ketuanya diambil alih oleh Irsad. Pada tahun ini pula Ki Hadjar Hardjo Oetomo adalah seorang tokoh pendiri PSHT, mendapatkan pengakuan dari pemerintah Pusat dan ditetapkan sebagai "Pahlawan Perintis Kemerdekaan" atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan menentang penjajah Belanda.